SuaraKaltim.id - Terbilang masih Covid-19, Ramadan di 2022 disebut lebih menyenangkan serta membahagiakan lantaran sudah mengalami perkembangan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kala itu, berbagai batasan dilakukan pemerintah untuk mengurangi penularan Covid-19. Tak terkecuali di Samarinda.
Kini, beberapa kelonggaran diberikan pemerintah. Hal itu membuat masyarakat Kota Samarinda merasa lebih leluasa dan bersyukur.
"Kalau tahun kemarin Covid-19 sedang naik-naiknya jadi kita beraktivitas susah. Nah tahun ini, Alhamdulillah sudah melandai sehingga kita bisa melakukan pawai obor, tarawih ramai-ramai hingga melakukan pengajian bersama teman," ujar Jidan salah satu jemaah di Samarinda, melansir dari ANTARA, Senin (4/4/2022).
Ke depan, ia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Agar, masyarakat bisa melakukan tarawih seperti biasa dan takbiran hingga bebas mudik tanpa syarat.
Jemaah lainnya Dwi Khusnul Mubiin juga ikut memberikan tanggapan. Ia mengaku, Ramadan tahun ini sama seperti sebelum adanya Covid-19. Katanya, bulan yang sangat dinanti-nantikan ini mengobati rasa rindu yang dirasakan masyarakat pra virus asal Wuhan ditemukan.
"Karena bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah," tuturnya.
Ia mengemukakan, walaupun Ramadan ini terasa lebih menggembirakan. Namun, di sisi lain, ia merasa prihatin dengan adanya kenaikan harga untuk beberapa sembako dan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
Ia menyorot kelangkaan BBM jenis Pertalite. Ia mengaku, pengeluaran di Ramadan ini terasa sedikit berat dibandingkan Ramadan di tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Muhammad Haiban juga ikut memberikan komentar. Ia menyebut, masyarakat Kaltim terlihat lebih antusias kala menyambut Ramadan.
Baca Juga: Puasa Kedua, Ini Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Senin 4 April 2022
Ia mengatakan hal tersebut kala melihat banyaknya jemaah masjid. Contohnya, di Masjid Ad-Dakwah yang berlokasi di Jalan Siradj Salman, Samarinda.
"Walaupun tadi sempat hujan lebat jemaah yang hadir banyak. Masjidnya lebih terisi, tidak seperti tahun lalu masyarakat sebagian masih ragu ke masjid karena Covid-19 sedang memuncak. Saya lihat jemaah ramai memenuhi masjid dan jemaah tetap mematuhi protokol kesehatan menggunakan masker,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri