SuaraKaltim.id - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais kembali mengkritik isu perpanjangan tiga periode Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Setelah mengunggah video bagian satu di YouTube Amien Rais Official, kini Ia membagikan kembali tentang tanggalan duet Jokowi dengan Menteri Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, pada Minggu (3/4/2022).
Menurutnya, jika rezim pemerintahan Jokowi dilanjutkan dapat membangkitkan Komunisme di Indonesia. Sehingga dapat mengancam konstitusi begitu halnya dengan umat Islam.
"Jadi ini yang saya kita sampaikan, waspadai juta cermati terus. Karena duet Jokowi Luhut berakhir Oktober 2024 titik sudah. Misalnya menang lagi, nauzubillah tiga periode diberikan kepada Jokowi maka kebangkitan komunisme itu merupakan kebangkitan yang pasti," ujarnya.
Baginya, apabila Komunisme dibiarkan begitu saja, dapat mengakibatkan umat Islam menjadi melemah dan menimbulkan lahirnya Islamofobia.
"Jadi komunisme akan diberikan angin buritan tentu aba-aba dari Beijng akan dilaksanakan. Dan ini buat kita apalagi umat Islam sesuatu amat sangat berbahaya, mereka rezim katakanlah semi komunisme kekuatan Islam akan dipreteli," terangnya.
Tak hanya itu, ia juga memaparkan adanya tanda-tanda komunisme dalam bangsa Indonesia seperti, kegaduhan penghapusan ayat dalam Al Quran, sampai penghilangan kata madrasah dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) merupakan bentuk kesengajaan.
"Jadi ini buat orang yang paham tidak terkejut walaupun marah. Ini juga usaha untuk menebang dari akarnya supaya generasi muda Islam makin jauh dari agamanya, sehingga bisa dimasuki ideologi tentang komunisme," katanya.
Ia berulang kali menegaskan dan memperingati, agar Presiden Jokowi dan Luhut untuk tidak melanjutkan lagi masa periode pemerintahan serta berakhir pada Oktober 2024.
Bahkan, Ia sempat membandingkan masa Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto, yang tidak bisa disamakan pada masa pemerintahannya.
"Anda jangan mengulangi kesalahan dari bung Karno dan pak Harto. Kaliber Anda daripada Bung Karno dan Bung Harto itu tidak sebanding. Bung Karno itu bapak proklamasi pemimpin besar revolusi kemudian saya kira jauh dari mas Jokowi dan Luhut," tegasnya.
Kontributor: Sekar Wati
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Terkini
-
Rudy Mas'ud ke Jakarta di Tengah Rencana Demo, Ini Penjelasan Pemprov Kaltim
-
Akhir Pelarian Pembobol ATM di Samarinda, Polisi Tangkap Pelaku hingga Jawa Barat
-
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Drastis, 3 Daerah Mendominasi
-
Wali Kota Andi Harun Buka Suara soal Korupsi Varia Niaga Rp30,97 Miliar
-
Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan