SuaraKaltim.id - Musibah kebakaran menjadi salah satu momok yang harus diwaspadai setiap bulan suci Ramadan. Hal ini akibat tingginya aktivitas masyarakat pada saat bulan suci Ramadan seperti menyiapkan menu berbuka dan sahur yang banyak dilaksanakan di dapur.
Untuk itu BPBD Kota Balikpapan kepada warga agar selalu waspada soal potensi kebakaran rumah yang tinggi saat Ramadan. Ini berkaca dari tahun-tahun sebelumnya.
Imbauan tersebut disampaikan petugas hingga berkeliling hingga masuk ke kampung-kampung menggunakan mobil Damkar. Dilengkapi speaker dan sirine, petugas mengingatkan warga agar selalu mengecek kondisi rumahnya.
“Ini imbauan dari petugas BPBD dalam rangka antisipasi kebakaran dan bencana lainnya saat bulan Ramadan maupun Idul Fitri nanti,” ujar Plt Kepala BPBD Kota Balikpapan, Zulkifli saat dikonfirmasi Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Senin (4/4/2022).
Katanya, imbauan ini sangat penting dalam upaya pencegahan dengan mengingatkan warga akan potensi kebakaran rumah selama bulan suci Ramadan.
“Jangan sampai ada peningkatan kebakaran saat Ramadan, maka perlu melakukan upaya preventif atau pencegahan terutama sosialisasi dan imbauan ke masyarakat baik secara langsung, maupun melalui media sosial atau media elektronik lainnya agar tidak melakukan hal-hal ceroboh yang dapat menimbulkan terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Para personel BPBD Kota Balikpapan juga akan disiagakan pada pos-pos UPTD yang telah tersedia pada sejumlah titik yang padat pemukiman penduduk di tiap kecamatan.
“Pada prinsipnya kami selalu siap siaga 1×24 jam, bukan hanya pada bulan suci Ramadan saja, tapi juga pada hari-hari biasanya,” sebutnya.
Ia mengimbau, masyarakat supaya senantiasa waspada dan menjaga agar terhindar dari terjadinya bahaya kebakaran dengan mengontrol nyala api di rumah, terutama pada saat sedang memasak untuk berbuka puasa ataupun saat sahur agar lebih hati-hati.
Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Banda Aceh Terbakar
Tak kalah pentingnya juga untuk memperhatikan penggunaan alat elektronik rumah tangga yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kebakaran.
“Banyak peristiwa kebakaran yang terjadi di Kota Balikpapan berawal dari arus pendek listrik. Kami ingatkan penggunaan alat elektronik harus ekstra hati-hati,” katanya.
Ia juga mengingatkan, agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan akan bahaya kebakaran dengan cara mengontrol kompor dan mematikan barang-barang elektronik yang tidak digunakan.
“Terutama pada saat rumah ditinggalkan untuk melaksanakan salat tarawih ke masjid,” sebutnya.
“Kesiapsiagaannya ditingkatkan. Kalau ada informasi kejadian atau musibah kebakaran segera hubungi kami, agar dengan cepat ditindaklanjuti,” tambahnya.
Mantan Kabag Perkotaan ini juga meminta kepada ketua rukun tetangga (RT) setempat untuk rutin melakukan siskamling. Terlebih, menjelang Lebaran masyarakat Balikpapan akan mudik. Untuk itu diperlukan kerja sama menjaga keamanan lingkungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Oknum Guru SLB di Berau Jadi Tersangka Pencabulan 5 Siswi Disabilitas
-
Pengakuan Laundry Tempat Cuci Kebutuhan Rumah Dinas Gubernur Kaltim
-
Klarifikasi Pemprov Kaltim Terkait Flyer Debat Rudy Mas'ud vs BEM KM Unmul
-
Polisi Viral Merokok Sambil Nyetir: Saya Berjanji Takkan Mengulangi Lagi
-
Oknum Polisi Viral Nyetir Sambil Merokok di Banjarmasin Terancam Sanksi