SuaraKaltim.id - Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kota Bontang menyediakan 48 telepon seluler untuk para warga binaan agar bisa berkomunikasi dengan sanak familinya di hari Idul Fitri 1443 Hijriah ini.
Hal itu dilakukan, lantaran Edaran dari Kementerian Hukum dan Ham masih mensyaratkan kunjungan tatap muka dilarang.
Mereka dapat secara bergiliran menyewa ponsel dengan durasi terbatas.
"Yah sebenernya tidak dibatasi, hanya saja biasanya napi membatasi diri 10 menit," ujar Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas II A Bontang Riza Mardani melansir klikkaltim.com, jaringan suara.com, Senin (2/5/2022).
Sedangkan untuk komunikasi panggilan video, Lapas menyiapkan 8 unit ponsel android dan 3 komputer lengkap dengan headset yang bisa dinikmati para warga binaan secara cuma-cuma alias gratis.
Namun untuk telpon seluler di Wartelsuspas setiap penggunanya dipungut Rp 1.000 per menit. Rata-rata sekali penggunaan para napi selama 10 menit atau Rp 10 ribu.
Menurut Riza, petugas memungut iuran karena jumlah pengguna banyak. Dalam sehari, bahkan hingga ratusan orang.
Layanan tersebut buka dari pagi, dan ditutup saat jadwal salat (Duhur), kemudian lanjut lagi hingga jam 15.00 Wita.
Khusus di momentum Idul Fitri, petugas melonggarkan durasi penggunaan ponsel hingga pukul 16.00 Wita.
Baca Juga: Tips Sehat saat Menyantap Hidangan Lebaran Idul Fitri
Sedangkan bagi sanak famili yang hendak mengirimkan makanan tetap diperkenankan.
"Tetap penitipan makanan kita buka kok, siang mungkin mereka bisa berlebaran sama-sama di dalam," ujarnya.
Berita Terkait
-
Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah, Lengkap dengan Doa Ziarah Kubur Idul Fitri
-
Temani Jokowi dan Iriana, Kaesang Ikut Salat Id di Gedung Agung Jogja
-
Pesan Lebaran Aktris Aghniny Haque: Kalau Lagi Sama Orang Terkasih Jangan Main HP
-
Waspadai 5 Kondisi Kesehatan Ini Setelah Banyak Konsumsi Hidangan Lebaran
-
5 Rekomendasi Tempat Kuliner Legendaris di Kota Malang, Cocok untuk Mengisi Libur Lebaran
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif