SuaraKaltim.id - Per 30 Juli kemarin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI resmi memblokir beberapa situs dan aplikasi game online. Pemblokiran tersebut lantaran mereka tidak mendaftarkan PSE.
Mulai dari PayPal, Yahoo (mesin pencarian), Epic Games, Steam, Dota, Counter Strike, Xandr.com, dan Origin (EA). Sontak beragam reaksi dari gamers bermunculan. Salah satunya di Kota Balikpapan.
Teah Suta Jaya salah satu gamers Dota turut menyayangkan dengan diblokirnya games online garapan Valve Corporation tersebut. Hal ini lantaran Dota merupakan salah satu game online yang mempunyai karakteristik yang khas dibandingkan game lainnya.
"Dota ini lebih ke game taktik dan strategi. Kalau di game mobile seperti Mobile Legend tapi Dota lebih kompleks permainannya," ucapnya.
Meski sudah 16 tahun bermain Dota, Teah mengaku tidak pernah bosan sama sekali dengan permainan tersebut. Lebih lanjut Dota menurutnya sangat seru karena dota ini digarap oleh platform besar seperti STEAM.
"Jadi selalu ada update setiap beberapa bulan jadi style bermainnya tidak selalu sama. Kita selalu menyesuaikan permainan, jadi harus belajar lagi setiap ada update. Itu yang menarik dan bikin tidak pernah bosan," tambahnya.
Sebagai player, Teah juga mengkhawatirkan diblokirnya Dota berdampak pada pengusaha warung internet (warnet). Mengingat Dota hanya bisa dimainkan menggunakan Personal Computer (PC).
Sependapat dengan Teah, gamers Ahkwal juga sangat berharap Dota bisa segera mendaftarkan sebagai PSE di Kominfo. Pengguna games Dota menurutnya di Indonesia sangatlah banyak Kominfo bisa saja didemo oleh para player yang sudah terlanjur cinta dengan Dota.
"Tinggal menunggu antara pemerintah yang di demo player atau STEAM yang sigap buat daftar PSE. Tapi ini sepertinya STEAM sudah mulai mah daftar PSE," kata Ahkwal.
Baca Juga: Blokir Steam Hingga PayPal, Kominfo Bakal Digugat Gamers dan Konten Kreator?
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan batas waktu lima hari mulai Kamis (21/7/2022) bagi para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat yang sebelumnya belum mendaftarkan diri hingga 20 Juli 2022 lalu.
Kontributor: Arif Fadillah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng