”Yang beli itu ada yang dari kilo. Kita menjual kepada warga yang antri dan mendaftar pakai KTP. Kita jual sesuai HET 19 ribu. Tapi memang yang datang dari mana-mana,” ucapnya.
Diakui dari mereka, yang mengantri ada yang dijual kembali seperti pengecer atau warung. Kemudian mereka juga menaikkan harga untuk mencari keuntungan.
”Kalau warung itu beli dijual harganya bisa Rp 35 ribu sampe Rp 40 ribu. Kita jual sini segitu Rp 19 ribu. Kita batasi satu tabung perorang,” tandasnya.
Lebih lanjut, atas temuan ini pangkalan diberikan skorsing.
“Kemarin Sabtu saya dapat laporan ada pangkalan yang nakal karena jual ke pengecer dalam jumlah banyak dan sudah kita skorsing. Saya butuh informasi kalau memang ada pangkalan yang misalnya baru aja dikirim Gas 3 kg oleh agen lalu tiba-tiba habis sekejap dan mencurigakan agar kirim infonya. Supaya kita kasih pembinaan,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif