-
Komisi X DPR RI dan BRIDA Kaltim menggelar workshop literasi riset dasar untuk mahasiswa baru sebagai langkah memperkuat kemampuan penelitian sejak awal perkuliahan guna menjawab kebutuhan SDM berdaya saing di era digital dan IKN.
-
Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya riset sebagai keterampilan fundamental, termasuk pemanfaatan teknologi secara etis, kemampuan memilah informasi valid, serta perlunya mindset riset dibangun sejak semester pertama.
-
BRIDA Kaltim melihat kegiatan ini sebagai momentum membangkitkan minat riset, dengan target mencetak generasi peneliti muda dan memperkuat ekosistem riset daerah melalui pelatihan berkelanjutan dan akses pelatihan yang lebih inklusif.
SuaraKaltim.id - Sebagai respons terhadap tantangan era informasi dan kebutuhan sumber daya manusia berdaya saing untuk Ibu Kota Nusantara (IKN), Komisi X DPR RI bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan workshop literasi riset dasar untuk mahasiswa baru.
Kegiatan berlangsung di Harris Hotel Samarinda, Rabu, 26 November 2025, dan diikuti mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Samarinda.
Workshop ini fokus memperkenalkan penelitian sejak tahap paling awal—mulai penyusunan proposal, penguatan studi pustaka, hingga pemahaman cara berpikir ilmiah.
Pendekatan tersebut dipilih karena ekosistem riset nasional masih menghadapi tantangan serius meski indeks inovasi Indonesia sempat naik ke peringkat 54 pada 2024.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai pembenahan harus dimulai dari akar pendidikan tinggi, bukan di ujungnya.
“Keterampilan riset membuka banyak pintu. Mulai dari beasiswa, peluang magang, dan kompetisi ilmiah. Lebih dari itu, ia membentuk kepekaan terhadap persoalan sosial maupun ilmiah,” ujar Hetifah via Zoom Meeting.
Ia menggarisbawahi hambatan yang sering muncul di kalangan mahasiswa, mulai akses laboratorium yang terbatas hingga kesulitan analisis statistik.
Karena itu, menurut Hetifah, mindset riset harus dibiasakan sejak semester pertama, bukan hanya ketika menghadapi tugas akhir.
Teknologi, ujarnya, dapat mempercepat proses pembelajaran, namun penggunaannya harus bijak.
Baca Juga: Jaga Identitas di IKN, DPRD PPU Siapkan Payung Hukum untuk Adat Paser
“Ada etikanya. Jangan hanya menyalin keluaran AI tanpa melakukan pengolahan. Periksa setiap klaim empiris dan pastikan sitasi berasal dari sumber primer,” lanjutnya.
Di era banjir informasi, Hetifah menekankan pentingnya kemampuan membedakan fakta dan opini.
“Sekarang ini tantangannya bukan kekurangan informasi, tetapi melimpahnya informasi tanpa kejelasan sumber. Literasi riset membantu mahasiswa memilah mana yang faktual dan mana yang tidak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kaitan literasi riset dengan persiapan Kaltim sebagai pusat pemerintahan baru.
“IKN adalah pusat pemerintahan berbasis pengetahuan. Kita perlu generasi yang bukan hanya memakai teknologi, tetapi mampu memproduksi pengetahuan melalui riset. Itu sebabnya kemampuan ini harus dipupuk sejak dini,” ujar Hetifah.
Ia menambahkan, penguatan riset membutuhkan kerja kolaboratif lintas lembaga agar peluang pelatihan semakin terbuka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Strategi Dorong UMKM Desa Berkembang Melalui Peran Mantri BRI, Simak Kisah dari Sumatera Utara Ini
-
HUT ke-70 Danamon, Nasabah di Balikpapan Bisa Nikmati Hujan Promo di Banyak Merchant Favorit
-
Pondok Modern Ibadurrahman Gugat Kemenag, Nilai Pencabutan NSP Cacat Prosedur
-
Helmi Abdullah Ungkap Pesan Khusus Prabowo, Isyarat Maju Pilkada Samarinda?
-
BRI dan Danantara Jadi Penyumbang Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia