SuaraKaltim.id - Lima tahun lamanya Laoji menjadi juru parkir di kawasan Jalan Ruhui Rahayu (Ring Road) Balikpapan Selatan. Selama lima tahun tersebut Laoji mesti bergantian dengan jukir lainnya untuk memungut parkir dari kendaraan roda empat.
Jam operasi tidak teratur karena mesti saling atur dengan temannya. Terkadang ia bersitegang dengan orang lain terkait lahan parkir.
"Ya, kalau dulu sering kita ribut hanya karena lahan parkir. Ada juga orang lain mau ambil alih, padahal kita sudah cukup lama jadi tukang parkir di sini," kata Laoji, Selasa (23/8/2022).
Kini setelah 5 tahun menanti, Laoji akhirnya resmi menjadi juru parkir binaan Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan. Bukan tanpa alasan, Laoji ingin tenang menjalani pekerjaan jukir.
Selain itu ia ingin mengatur penghasilannya dengan baik. Mengingat ada seorang istri dan sembilan anaknya yang mesti dihidupi.
"Baru sebulan ini dibina sama Dishub. Bagus saja sebenarnya, jadi kita sudah aman. Tidak dianggap jukir liar lagi. Resmi kan ada dikasih rompi juga," ujar pria 40 tahun itu.
Hanya bergantung sebagai jukir tentu belumlah cukup untuk menghidupi keluarganya. Di waktu malamnya, warga Kelurahan Sepinggan itu bekerja sebagai penjaga sekolah di Balikpapan Selatan.
Pagi harinya baru turun ke Jalan Ruhui Rahayu sebagai jukir. Waktunya pun juga dibagi 2 dengan rekannya. Jika ia sejak pagi hingga siang sekitar 13.00 WITA, selebihnya dilanjutkan temannya.
"Kalau sehari bisa dapat 200 ribu kalau ramai. Paling kecil 100 ribu lah. Lumayan dibandingkan kerja bangunan dulu. Cukup aja kalau sambil jaga sekolahan pas malam," ucapnya.
Baca Juga: Kena Derek Gegara Parkir Sembarangan, Pria Ini Malah Santai Duduk di Sepeda Motor yang Dikerek
Kerjasama dengan Dishub cukup membantu. Laoji hanya diminta setoran ke Dishub sekitar Rp 450 ribu per bulan, setiap dua pekan sekali setor ke Dishub.
Sementara Kepala Dishub Balikpapan Elvin Junaidi menjelaskan saat ini sudah ada sekitar 80 persen juru parkir binaan Dishub yang tersebar di seluruh kecamatan. Pembinaan terhadap jukir merupakan upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari retribusi parkir sendiri ditargetkan Rp 4 Miliar.
"Rata-rata setahun itu Rp 1,7 miliar dari retribusi parkir. Upaya untuk mencapai itu salah satunya membina juru parkir. Tahun sedang kita upayakan. Efektif tahun 2023 kira sudah bebas jukir liar," kata Elvin.
Juru parkir yang dibina saat ini menurut Elvin sangatlah membantu. Selain memudahkan juru parkir, juga memberikan kenyamanan warga saat memarkirkan kendaraan. "Karena mereka dilengkapi kartu anggota, rompi, karcis, juga ada scan barcode kalau bayarnya pakai Qris sebagian seperti itu," tegas Elvin.
Kontributor: Arif Fadillah
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng