Scroll untuk membaca artikel
Bella
Jum'at, 30 September 2022 | 10:37 WIB
Ilustrasi dbd - kasus DBD di Balikpapan meningkat. (Pixabay/wikiImages)

SuaraKaltim.id - Dalam beberapa waktu terakhir, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan mengalami peningkatan yang cukup tajam.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Suriani meminta Pemerintah Kota Balikpapan untuk lebih giat dalam mengedukasi Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M kepada masyarakat.

“PSN 3M merupakan langkah paling efektif untuk menurunkan potensi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan,” kata Suriani melansir inibalikpapan.com jejaring suara.com, Jumat (30/9/2022).

Secara akumulatif terdapat 610 kasus dengan 2 kasus kematian DBD di Balikpapan saat ini.

Baca Juga: Gak Dapet BLT, Emak-Emak di Depok Gruduk Balaikota dan Gedung Dewan

Menurut Suriani, peningkatan kasus DBD di Balikpapan salah satunya diakibatkan pengaruh iklim yang berpotensi tinggi menumbuhkan sarang nyamuk.

“Kita perlu melakukan edukasi kepada masyarakat secara Intens jadi bukan hanya sekali, libatkan unsur yang ada dari pemerintah kota hingga tingkat RT,” katanya.

Selain itu, Suriani juga mengingatkan, salah satu cara yang juga perlu ditingkatkan untuk pencegahan penularan serta pengendalian kasus DBD, yakni menggalakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan tempat tinggal masyarakat.

“Perlu kita kerjasama, paling tidak semua masyarakat itu harus lebih peduli dengan lingkungannya, pola hidup bersih dan sehat ditingkatkan,” katanya.

Suriani menambahkan, kepekaan kader kesehatan ditingkat RT menurutnya juga perlu ditingkatkan. Sementara itu, dirinya juga meminta puskesmas di masing-masing wilayah agar tidak segan membagikan bubuk abate kepada warganya.

Baca Juga: Pemkab Serang Targetkan APBD 2023 Mencapai Rp2,88 Triliun

Dirinya sangat tidak menyarankan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara fogging. Menurut dia, cara ini tidak efektif mematikan jentik atau nyamuk.

Load More