- 23 kapal angkutan sungai dan danau difasilitasi mendapat BBM bersubsidi.
- Dishub Kaltim segera menguruskan hal tersebut sesuai mekanisme perizinan.
- Gubernur Kaltim telah berkomunikasi untuk mempercepat proses verifikasi data.
SuaraKaltim.id - Sebanyak 23 kapal angkutan sungai dan danau di Kalimantan Timur (Kaltim) difasilitasi segera mendapatkan akses bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Dishub Kaltim menjelaskan langkah itu diambil dengan membuat izin operasional sementara bagi kapal-kapal yang belum lengkap berkasnya agar distribusi logistik tidak lumpuh.
"Kami mengambil langkah diskresi dengan menerbitkan surat izin operasional sementara bagi kapal-kapal yang belum lengkap berkasnya agar distribusi logistik tidak lumpuh," kata Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim Ahmad Maslihuddin dikutip dari Antara, Selasa.
Pihak Dishub Kaltim segera menguruskan hal tersebut sesuai mekanisme perizinan kapal sungai, danau, dan penyeberangan (SDP) secara tradisional melalui Dirjen Perhubungan Darat.
Rapat koordinasi maraton juga telah digelar dengan melibatkan BPH Migas, Dinas Perhubungan Samarinda, lembaga penyalur BBM, serta asosiasi pemilik kapal untuk mencari solusi terkait kendala penyaluran BBM bersubsidi tersebut.
Maslih meneruskan bahwa Gubernur Kaltim telah berkomunikasi kepada Kepala BPH Migas secara langsung untuk meminta percepatan proses verifikasi data agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Upaya pendataan di lapangan sempat menemui kendala karena fakta menunjukkan hanya tujuh dari total 23 kapal yang memiliki kelengkapan surat operasional secara lengkap.
Dishub Kaltim lantas mengambil kebijakan taktis dengan mengeluarkan surat izin operasional sementara untuk sejumlah kapal yang dokumennya belum lengkap agar tetap bisa didaftarkan.
Proses verifikasi data kapal-kapal tersebut saat ini masih berlangsung secara intensif di BPH Migas untuk memastikan penyaluran energi tepat sasaran.
Maslih menjelaskan proses perizinan mesti menyesuaikan PP 28/2025 yang mensyaratkan kesesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang ketat.
Dishub Kaltim berkomitmen terus mengawal masalah ini dan ditargetkan tuntas pada pekan ini, mengingat transportasi sungai merupakan urat nadi vital bagi pergerakan ekonomi dan logistik di wilayah hulu Sungai Mahakam, Kaltim.
"Estimasi BBM solar bersubsidi yang dibutuhkan untuk 23 kapal sungai di Dermaga Mahakam Ulu sebanyak 200 ribu liter per bulan," sebut Maslih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi