SuaraKaltim.id - Media sosial (Medsos) diramaikan warganet yang heboh terkait kuliner khas Martapura yakni jengkol alias jaring--sebutan jengkol dalam bahasa Banjar--yang diklaim tidak menimbulkan aroma semerbak bagi para penikmatnya.
Para penggemar jengkol ini pun antusias berburu kuliner beraroma khas yang disajikan dengan lalaan atau santan kelapa yang sudah dimasak menjadi minyak di lapak warung D’Jaring Martapura.
Lokasi warung D’Jaring Martapura berada di Jalan Kertak Baru, Desa Telok Selong, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. Warung itu berdekatan dengan Cagar Budaya Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi Desa Telok Selong.
Warung kecil pinggir jalan yang belakangan viral ini buka sejak pagi hari. Mulai pukul 08.00 Wita hingga sore pukul 17.00 Wita. Setiap harinya, warung jengkol milik Wendi ini banyak melayani pembeli dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan (Kalsel).
Bahkan, pada sore hari, sebelum waktu menunjukkan pukul 17.00 Wita, isi keranjang yang biasa disajikan penuh gunungan jengkol tampak kosong ludes dibeli penikmat jaring dengan lalaan.
Pembeli yang tidak kebagian jajanan pasar ini pun harus gigit jari. Padahal, mereka telah datang rombongan siap menikmati jengkol sambil melihat pemandangan pinggir sawah yang ada di sekitarnya.
Lisna, misalnya, salah satu penggemar jengkol yang tak sempat mencicipi nikmatnya jajanan pasar warna kecoklatan itu
“Sudah merencanakan dari lama mau ke sini, tapi nanti kapan-kapan lagi ke sini, tapi pagi hari supaya gak kehabisan. Soalnya jengkolnya sudah habis sisa yang balado, jadi bumbunya aja yang dibeli,” ujar Lisna, melansir dari KanalKalimantan.com--Jaringan Suara.com, Rabu (16/11/2022).
Da mengaku memang sudah berniat berangkat dari Pelaihari demi mencicipi kuliner jengkol yang viral di berbagai medsos yang diikutinya.
Baca Juga: Laka Maut Rombongan Umrah di Banjar, 4 Orang Tewas
“Taunya dari sosial media banyak sekali bilang enak katanya gak bau, di Instagram, Facebook dan banyak teman-teman yang kirim di chat whatsapp. Langsung deh kita ke sini karena juga kebetulan warung ini ternyata dekat sama Cagar Budaya Rumah Banjar Bubungan Tinggi, jadi saya tahu jalannya,” ungkapnya.
Berbeda dengan Lisna yang melihat kabar viral jajanan jengkol ini di berbagai medsos, ada salah satu pembeli yang berasal dari Desa Anjir Pasar yakni Adi dan Rahmadiah yang datang bersama anak lelakinya Muhammad Aflah.
Ia mengaku, sering melewati jalan utama Martapura-Sungai Tabuk-Banjarmasin ini untuk pergi ke Martapura mendatangi sanak keluarganya. Melihat suasananya yang ramai serta terdapat tulisan kuliner jengkol tak berbau akhirnya membawa Adi beserta keluarganya tertarik mencicipi makanan itu.
“Sering lewat sini dan melihat kok rame terus jadi singgah ikutan juga mencoba, tapi belum tau sih bener tidak bau kah atau gimana, nanti kita liat, kayanya sih tidak bau,” ucapnya.
Saat ia datang sekitar pukul 16.00 Wita, beruntung ia beserta istri dan anaknya berkesempatan mencicipi gurih dan manisnya jengkol lalaan.
“Ini pertama kali mencoba dan memang yang bikin beda itu dari yang lain adalah lalaan-nya gurih sekali, dan manis ditambah dengan jengkolnya pas enak. Insyaallah ke sini lagi,” bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut