- Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis tengah menuai sorotan.
- Hal itu bermula dari potongan video saat wawancara terkait Jembatan Mahulu.
- Gaya public speaking Ananda Emira Moeis yang terlihat gelagapan jadi omongan.
SuaraKaltim.id - Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Ananda Emira Moeis tengah menjadi sorotan setelah tanggapan mengenai Jembatan Mahakam yang ditabrak kapal beredar di media sosial.
Pada unggahan akun X @Txtdariiugm, Emira nampak kebingungan saat doorstop terkait insiden kapal tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) yang berada di Samarinda.
Akun X tersebut bahkan seolah menyentil kapasitas public speaking sang legislator ketika menjawab pertanyaan media.
"Dengan kapasitas public speaking pejabat negara kayak gini, tes interview seleksi co-fas atau kepanitiaan di tingkat universitas juga ga bakalan lolos," tulis caption, dikutip Selasa (10/3/2026).
Dalam potongan video, awalnya para jurnalis menanyakan perihal Jembatan Mahulu yang sudah 3 kali ditabrak kapal. Mereka meminta tanggapan Emira soal kejadian tersebut.
"Jembatan Mahulu kan sudah tiga kali (ditabrak), Kak," tanya wartawan kepada Emira.
Namun, bukannya dijawab langsung, anggota dewan Fraksi PDIP itu malah terlihat gelagapan tak menguasai jawaban atas pertanyaan wartawan.
"Ya, saya selaku lembaga ya DPRD (Kaltim). Saya, saya tidak bicara soal kegiatan alur sungai yang bisa meningkatkan PAD atau nggak, nggak. Saya bicara soal faktor keamanan," ujar Emira.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi sarana yang digunakan setiap hari untuk transportasi dan aktivitas banyak masyarakat di Kaltim.
"Ini kan jembatan kan dilalui banyak warga setiap harinya untuk urusan banyak hal ke kantor ke sekolah, urusan ekonomi. Saya minta ke yang memegang kewenangan coba kerja lebih benar lagi gitu loh," terang Emira.
Dia pun meminta KSOP sama Pelindo ke depannya tidak terjadi tabrakan lagi lantaran jika terulang akan membuat penderitaan warga di provinsi tersebut.
"Jangan sampai ke depan ada tabrakan, tabrakan, tabrakan lagi. Kalau ada apa-apa kan yang menderita rakyat Kaltim dan semuanya yang melewati (jembatan) ini," pinta Emira.
Ia pun berharap pemerintah pusat melakukan pengawasan KSOP sama Pelindo agar kedua lembaga tersebut bekerja lebih baik lagi.
"Jadi tolong untuk pemerintah pusat untuk bisa mensupervisi. Ini kan tugasnya KSOP sama Pelindo. Bisa mensupervisi institusinya yang ditunjuk untuk bisa bekerja lebih baik lagi, kalau misalnya ada apa-apa kan yang menderita rakyat Kalimantan Timur," ungkap Emira.
Video tersebut lantas memicu komentar beragam dari warganet. Tak sedikit netizen yang heran dengan kapasitas jawaban sang anggota dewan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Penemuan Cadangan Gas Raksasa di Cekungan Kutai, Kaltim Ingin PI 10 Persen
-
KPK Datangi Kantor Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, Ada Apa?
-
Rudy Mas'ud Dinilai Tak Paham Hukum, Klaim Punya Hak Prerogatif Seperti Presiden
-
Rudy Mas'ud soal Adik Kandungnya Jadi Tim Ahli Gubernur: Itu Hak Prerogatif
-
Adik Masuk Tim Ahli Gubernur, Rudy Mas'ud Samakan Seperti Hashim dan Prabowo