SuaraKaltim.id - Seorang anak SMP mengamuk tidak diterima saat diberhentikan anggota polisi karena melanggar aturan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor. Bahkan, bocah laki-laki itu nyaris menyerang pria yang merekam saat polisi menghentikannya karena tidak mengenakan helm.
Peritiwa itu pun akhirnya viral di media sosial setelah diunggah oleh anggota DPR RI Ahmad Sahroni lewat akun Instagram pribadinya. Dilihat Senin (21/11/2022) dalam video yang beredar, tampak bocah SMP yang mengamuk itu mengendarai sepeda motor matik. Tampak ada stiker TNI pada plat nomor yang dikendarai bocah tersebut.
Dalam video yang disebar Crazy Rich Tanjung Priok itu, selain tidak mengindahkan imbauan petugas, anak SMP itu nyaris menyerang orang yang merekam video. Bahkan, dalam video itu, anak laki-laki itu mengeluarkan kata-kata kasar gegara tak sudi dirinya direkam saat diberhentikan polisi karena melanggar aturan.
Tampak, petugas bahkan terpaksa memegang siswa SMP itu saat mengamuk dan mengeluarkan umpatan kepada orang yang merekam video.
Baca Juga: Talud SMP N 3 Saptosari Setinggi 10 Meter longsor, Sebanyak 8 Rumah Terisolir
"Jangan dicontoh yah, Ini anak udah salah dikasih pelajaran baik-baik malah ngelunjak. Mau di Tilang tp ga bisa lagi karna mmg aturan dr kapolri @listyosigitprabowo. Tp ga ditilang ini jd bagaimana tuh ???," kata Sahroni saat mengunggah video itu.
Beredarnya video anak SMP melawan dan mengeluarkan kata makian saat dihentikan polisi memantik netizen untuk berkomentar. Rata-rata, netizen ikut geram dengan ulah anak SMP yang dianggap ngelunjak itu.
Bahkan, banyak netizen yang menganggap anak itu melawan karena bapaknya adalah prajurit TNI. Hal itu terlihat dari stiker TNI yang menempel di plat nomor motor yang dibawa bocah tersebut.
"Suruh klarifikasi sama bapaknya itu, pengen tau sekuat yang di plat nomer nya gak," tulis akun @riz***** sembil memberikan emoji tertawa.
"Di plat nya ada jimat dalam bentuk stiker kayaknya," timpal akun @el*****.
Baca Juga: Sumsel Sepekan: Puluhan Pelajar Keracunan di Prabumulih, Anggota TNI AD Terduga Penimbun BBM Ilegal
"FIX EMAK BAPAK NYA GAGAAALLLLL," sahut akun @ej****** sembari memberikan emoji tangan.
"Ah, anak tentara kah dikau ini, dek?. Kasih lah contoh yg baik ya dek.. ke rekans mu utk tertib lalu lintas. Jgn malah bikin malu ayahmu ya dek," tulis akun @su***** sembari mengunggah emoji senyum.
"Mentang mentang bapak nya tni," timpal akun @na******
Kontributor : Muhammad Indian Rais
Berita Terkait
-
Wakil Walkot Medan Ngamuk Dapati Parkir Berlapis Dekat RSUD Pirngadi: Jangan Dibiasakan
-
Menggali Potensi Siswa Terpencil, Membangun Orientasi Masa Depan yang Cerah
-
Viral Sekretaris Disdik Nabire Tendang Siswa SMP Gegara Demo Tolak MBG: Kamu Ini Masih Ingusan!
-
Berkaca dari Video Viral Ibu Hamil Ingin Ditilang, Apa Sih Sebenarnya Penyebab Ngidam?
-
Duh! Pelatih Australia Ngamuk-ngamuk karena Kelakuan Pratama Arhan
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
Terkini
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan
-
Peringatan BMKG: Waspadai Dampak Pasang Laut di Pesisir Kaltim pada 2 April 2025
-
Sinergi DPRD dan Pemkab PPU, Stunting Berkurang Hingga 11,55 Persen