SuaraKaltim.id - Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara (PU Kukar) bakal memasang alat keamanan dan keselamatan jembatan penghubung Tenggarong dan Tenggarong Seberang.
Tahun ini, PU Kukar mengucurkan anggaran kurang lebih Rp 8,5 miliar untuk pengadaan dan pemasangan alat Structure Health Monitoring System (SHMS).
Kabid Bina Marga, Restu Irawan menjelaskan, dengan terpasangnya SHMS, maka tidak perlu lagi melakukan pengujian statis dan dinamis. Pemasangan SHMS menjadi syarat wajib dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Selain itu, jika SHMS terpasang maka kondisi jembatan akan tercatat secara periodik karena terpantau jelas.
"Kalau jembatan bentang lebar dan besar memang dipersyaratkan untuk memasang. Namanya sistem keselamatan jembatan," kata Restu, melansir dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis (08/06/2023).
Untuk diketahui, tujuan pengujian SHMS pada infrastruktur adalah untuk memantau secara berkala terus-menerus kondisi kesehatan struktur jembatan. Kemudian, sedini mungkin untuk mengetahui gejala-gejala abnormal yang mungkin dapat terjadi.
Mendata perilaku massa yang diberikan oleh struktur dan sebagai sumber data yang dipakai untuk menganalisa ketika ingin mengambil keputusan dalam tindakan perawatan pada infrastruktur.
Faktor yang diuji di antaranya loading test dan statis, mengukur getaran yang terjadi pada jembatan. Berikutnya, memonitor distribusi gaya-gaya pada infrastruktur saat menerima gaya beban dan memonitoring pengaruh pada lingkungan sekitar terhadap infrastruktur.
Sedangkan cara kerja SHSM yaitu dijalankan dengan menempatkan sensor di titik yang telah ditentukan. Lalu data yang didapatkan dari sensor akan diproses oleh instrumen TMR Interface Module.
Baca Juga: Pemkab Kukar dan STPN Yogyakarta Tanda Tangan Kerjasama Pendidikan Bidang Pertanahan
Data ini akan ditampilkan di layar led. Hasil dari monitoring dapat dilakukan secara langsung di titik pengujian ataupun secara online.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
BRI Optimistis Fundamental Perbankan Dukung Stabilitas Pasar Saham
-
Perbanas: Industri Perbankan Nasional Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
-
BRI Consumer Expo 2026, Banyak Promo Menarik untuk Hunian, Kendaraan, hingga Liburan
-
Rapat Bahas Hak Angket Rudy Mas'ud Gagal, Fraksi Golkar Kompak Mangkir
-
Kaltim Resmi Buka Penerbangan Rute Samarinda-Melak, Segini Tarifnya