SuaraKaltim.id - Berikut sejarah dari Kerajaan Kutai Kartanegara atau disebut juga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martapura.
Kerajaan yang disebut sebagai Kerajaan Hindu tertua di Indonesia ini kemudian berubah menjadi Kerajaan Islam yang terletak di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim).
Sejarah Berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara
Dikutip dari website Kemendikbud, sejak kapan Kerajaan Kutai Kartanegara berdiri tidak diketahui secara pasti. Tetapi para ahli menduga kerajaan ini sudah berdiri sejak abad ke-5 Masehi.
Dugaan ini berasal dari penemuan prasasti Yupa yang ditulis menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta. Dalam prasasti tersebut, menurut jenis dan bentuknya berasal dari sekitar 400 Masehi.
Temuan tersebut juga dilihat dari jenis hurufnya yang pranagari dan berasal dari India Selatan. Huruf tersebut banyak ditemukan di daerah itu dalam waktu yang relatif sama yakni abad ke-5 Masehi.
Sejak itulah kerajaan kuno di Indonesia yakni Kerajaan Kutai Kartanegara telah ada. Bahkan, Kerajaan Kutai Kartanegara sendiri disebut sebagai kerajaan tertua yang bernafaskan agama Hindu.
Kehidupan Politik Kerajaan Kutai Kartanegara
Dalam Yupa yang ditemukan tertulis bagaimana kehidupan politik Kerajaan Kutai Kartanegara. Pertama yang dijelaskan adalah bahwa raja terbesar Kutai adalah Mulawarman, putra Aswawarman dan Aswawarman adalah putra Kudungga.
Baca Juga: Lirik Lagu Kemerdekaan 17 Agustus Beserta Sejarah dan Maknanya
Dalam Yupa juga dijelaskan bahwa Aswawarman disebut sebagai Dewa Matahari dan pendiri keluarga raja. Artinya, Aswawarman sudah menganut agama Hindu dan dipandang sebagai pendiri keluarga.
Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai Kartanegara. Tetapi, apabila dilihat dari nama Raja yang masih menggunakan nama Indonesia, para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya.
Kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah kepala suku. Kemudian, Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu.
Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai Kartanegara sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga.
Aswawarman memiliki 3 orang putra dan salah satunya adalah Mulawarman.
Mulawarman kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta jika dilihat dari cara penulisannya dan Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai Kartanegara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut