Denada S Putri
Sabtu, 09 September 2023 | 07:00 WIB
Ilustrasi penculikan (Freepik/nomadsoul1)

SuaraKaltim.id - Seorang gadis teriak histeris saat dibawa paksa sekelompok pemuda di pinggir jalan. Peristiwa itu viral setelah terekam gawai warga dan beredar di media sosial.

Dalam video yang turut dibagikan akun Instagram @terang_media, tampak sejumlah orang turun dari sebuah mobil pikap dan mendekati seorang wanita yang sedang berdiri di pinggir jalan.

Dalam video amatir warga itu, terdengar teriakan kencang dari wanita saat dibawa paksa sejumlah pria. Wanita itu terlihat diangkut ke sebuah mobil pikap yang digunakan para pria tersebut. Namun, situasi saat kejadian sedang ramai karena berlangsung pada siang hari.  

Setelah berhasil membawa wanita tersebut, mereka akhirnya meninggalkan lokasi. Mobil pikap berwarna hitam yang membawa wanita itu tampak mengebut dan disambut sorakan dari para pria yang menjemput paksa wanita tersebut.

Berdasarkan narasi dalam unggahan itu, aksi para pria yang menangkap wanita dalam video itu disebut merupakan tradisi kawin paksa. Disebutkan jika peristiwa itu terjadi di Desa Waimangura, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (07/09/2023) kemarin.

Akun tersebut juga menampilkan keterangan resmi dari kepolisian yang membenarkan adanya peristiwa wanita yang menjadi sasaran kawin paksa sebagaimana video viral tersebut.

Video seorang gadis yang menjadi sasaran tradisi kawin paksa itu menjadi sorotan netizen hingga dibanjiri beragam komentar. Namun, kebanyakan netizen justru menyayangkan masih ada masyarakat yang mempertahankan budaya di daerah tersebut.

Bahkan, ada netizen wanita yang khawatir jika hal itu menimpa dirinya.

"Budaya primitif," tulis salah satu netizen.

Baca Juga: Bunuh Warga Koja Gegara Ditegur Geber-geber Motor, Septian dan Ilham Nyaris Kabur usai Pantau Medsos

"Buat kalian para anak gadis, hati-hati ya. Kalau bisa jauh-jauh deh dari desa itu, ngeri," timpal yang lain.

"Ngeri juga kalau aku tinggal di sana," tulis netizen disertai emoji sedih.

Kontributor : Muhammad Indian Rais

Load More