SuaraKaltim.id - Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki banyak kerajinan tangan yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya, kerajinan tangan Sulam Tumpar yang berasal dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Tumpar sendiri dibuat dari rangkaian benang berwarna yang memiliki desain penuh warna. Sehingga, memberikan kesan ceria dan optimis.
Proses awal dari membuat sulam tumpar adalah membuat pola lalu tusuk rantai kemudian tumpar atau bahasa Indonesia adalah menyulam.
Sama seperti sulam pada umumnya, perbedaan dari sulam ini adalah ada warna coraknya yang beragam dan berwarna cerah.
Biasanya, corak dalam sulam ini berwarna cerah seperti merah bata, merah jambu, biru, hijau, kuning, dan ungu.
Sulam tumpar menjadi kerajinan tangan kebanggaan dari masyarakat Dayak Benuaq yang tinggal di wilayah Kubar.
Selain digunakan pada kain, sulam tumpar juga banyak diaplikasikan ke berbagai barang seperti tas, pakaian, hingga hiasan dinding.
Corak dalam kain ini juga beraneka ragam seperti flora dan fauna yang menambah cantik kain sulaman ini.
Beberapa ragam motif dari sulam tumpar ini adalah motif gunung meratus, ikan, ayam, naga, dan harimau.
Baca Juga: Tuan Rumah PIQI 2023, Pupuk Kaltim Perkuat Competitive Advantage dengan Inovasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas