SuaraKaltim.id - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Puji Setyowati mengungkapkan rasa keprihatinannya terkait maraknya judi online di kalangan generasi muda.
Diduga, banyaknya anak muda di Kaltim yang merasa kecanduan akan judi online. Sehingga membawa dampak serius bagi kesehatan mental dan masa depan mereka.
"Kecanduan judi online adalah masalah sosial yang harus kita perhatikan bersama. Banyak kasus menunjukkan bahwa para pecandu judi online mengalami stres, depresi, kecemasan, hingga bunuh diri," katanya, melansir dari ANTARA, Kamis (26/10/2023).
Dia menjelaskan, para pecandu judi online sering kali tidak menyadari konsekuensi negatif yang ditimbulkan oleh praktik perjudian daring.
Mereka terus menerus bermain judi online tanpa memperhatikan waktu, pekerjaan, keluarga. Bahkan mengabaikan tanggung jawab sosial mereka.
"Para pecandu judi online juga mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat sering kalah dalam perjudian," ujar Puji.
Menurutnya, ini dapat mengancam stabilitas keuangan mereka dan keluarga mereka. Ketika modal mereka habis, mereka cenderung mencari cara untuk mengembalikan kerugian tersebut, seperti berhutang, mencuri, atau bahkan melakukan tindak kriminal.
Ia mengatakan, para pecandu judi online juga terjebak dalam lingkaran setan yang sulit untuk keluar. Mereka menghadapi stres dan depresi akibat kecanduan judi online, tetapi mereka juga menggunakan judi online sebagai cara untuk melarikan diri dari masalah mereka.
"Hal ini membuat mereka semakin tergantung dan semakin sulit untuk berhenti," tegasnya.
Baca Juga: Arti Mimpi Berjudi: Pertanda Segala Hal yang Dilakukan Bakal Sia-sia?
Untuk mengatasi masalah tersebut, Puji meminta agar lembaga pendidikan, tokoh agama, dan orang tua bersatu dalam memberikan pemahaman dan pengawasan yang berkelanjutan kepada generasi muda.
Lanjutnya, upaya itu bertujuan untuk mencegah mereka terperangkap dalam lingkaran berbahaya kecanduan judi online dan melindungi mereka dari menjadi korban.
"Kita harus bersama-sama memahami dan mendampingi generasi muda. Hal ini semakin penting untuk melindungi mereka dari bahaya kecanduan judi online yang dapat merusak masa depan mereka," tuturnya.
Puji menambahkan, orang tua serta lembaga pendidikan harus memberikan edukasi tentang dampak negatif judi online bagi kesehatan mental dan kehidupan sosial mereka.
"Kita juga harus memberikan bimbingan dan dukungan agar mereka memiliki hobi dan aktivitas positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," lanjutnya.
Puji berharap dengan adanya upaya bersama, masalah kecanduan judi online dapat diminimalisir dan generasi muda dapat terhindar dari praktik perjudian daring yang merugikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Kaltim Tetapkan Status Siaga Bencana
-
3 Mobil Bekas 7-Seater Harga 50 Jutaan, Tangguh buat Perjalanan Jauh
-
Meningkat, Kaltim Sukses Produksi 270 Ribu Ton Padi pada 2025
-
Mobil Listrik Suzuki eVitara Resmi Mengaspal, Segini Harga dan Spesifikasinya
-
Wow! Pendapatan Pajak Alat Berat di Kaltim Melonjak 3.000 Persen