SuaraKaltim.id - Operasi Keselamatan Mahakam 2024 akan digelar pekan depan. Tepatnya, Senin (04/03/2024) nanti. Razia ini akan berlangsung selama 14 hari.
Hal itu disampaikan Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing melalui Kasat Lantas AKP MD Djauhari. Ia mengatakan, untuk sasaran pelanggar yang diincar ada 8 jenis.
Pertama, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman. Kedua pengendara motor yang membonceng lebih dari 1 orang.
Ketiga menggunakan kendaraan dibawah pengaruh alkohol, keempat menggunakan ponsel di jalan raya, kelima kendaraan melawan arus.
Keenam pengendara di bawah umur, ketujuh berkendara melebihi kecepatan, dan kedelapan kendaraan roda 4 atau lebih yang over load.
"Besok kita apel gelar pasukan. Untuk polisi disiagakan 90 personil selama pelaksanaan operasi. Ada 8 jenis pelanggar yang disasar," ucapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (01/03/2024).
Lebih lanjut, AKP MD Djauhari mengaku tingkat disiplin berkendara di Bontang perlu ditingkatkan. Pasalnya, jangan sampai tertib saat hanya melihat petugas di jalan raya.
Menurutnya, dengan tertib berlalulintas merupakan hal yang utama agar mencegah terjadinya kecelakaan. Langkah preventif juga selalu dilakukan.
"Kalau kedapatan melanggar kita akan tindak tegas. Dengan teguran atau berupa tindakan tilang," sambungnya.
Baca Juga: Rp 1,2 Triliun untuk Pabrik Amonium Nitrat? "Uang Kecil" Kata Jokowi
Di apel gelar pasukan nanti Polres Bontang juga mengundang komunitas motor serta anak sekolah. Nanti juga ads pembacaan ikrar Keselamatan berkendara.
"Jadi kita juga libatkan komunitas motor dan anak sekolah. Agar bisa menjadi pencegahan dini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA