SuaraKaltim.id - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Bontang akan membuka Gelar Pangan Murah (GPM) pada pekan ke 3 puasa Ramadan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Idham mengatakan, di GPM nanti akan ada stok 30 ton pasokan beras yang dijual dengan harga murah.
Katanya, jika dikemas dengan ukuran 5 kilogram, artinya akan ada 6.000 karung yang bisa dibeli masyarakat Bontang.
Beras menjadi konoditas pangan yang paling prioritas untuk dijual, mengingat harga saat ini yang terus membumbung tinggi di pasaran.
"Pekan ke 3 kita adakan lagi. Nanti ada 3 ton beras yang disiapkan dan dijual dengan harga murah," ucapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (20/03/2024).
Selain Pemkot, nantinya GPM ini akan melibatkan perusahaan di Bontang. Maka dari itu harga yang dijual juga bisa di bawah harga pasar.
Disinggung soal tempat dan list harga, Idham mengaku masih dalam proses pembahasan. Yang jelas GPM ini merupakan bentuk intervensi terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang saat ini sudah jauh di atas ambang batas.
"Kalau tempat nanti kita masih bahas. Kalau tidak di TPI Tanjung Limau lagi. Nanti akan dikabari dan ada rilisnya juga," pungkasnya.
Baca Juga: Orang Tua Diminta Awasi Anak, Polres Bontang: Jangan Keluar di Atas Jam 9 Malam!
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA