SuaraKaltim.id - Wali Kota Bontang Basri Rase membentuk tim penelusuran konflik antara Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan 50 pegawai.
Menurut Basri persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Makanya Inspektorat diminta melakukan penelusuran untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi. Dikhawatirkan ketidakharmonisan antara pimpinan dan staff justru berimbas pada pelayanan masyarakat.
"Sudah ada tim. Sedang ditelusuri semua. Jadi biarkan mereka mengurai faktanya. Nanti baru dirilis hasilnya," ucap Basri, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (27/03/2024).
Selama proses penelusuran, Basri meminta pelayanan bisa tetap berjalan. Pastinya dengan standar yang sudah sesuai dengan regulasi. Pegawai tetap diwajibkan membuka pelayanan untuk masyarakat.
"Tetap harus profesional. Makanya iklim harmonis itu harus dibangun. Kita lihat hasilnya nanti. Karena kan pekerja yang mengajukan mosi tidak percaya. Semua harus dicek," sambungnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala DPMPTSP Aspianur mengaku seluruh pelayanan tetap berjalan baik. Bahkan dirinya yang langsung memantau setiap aktivitas pegawai.
Soal konflik internal antara Sekretsris Nurbaenah dan pegawai, Aspianur mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada tim yang dibentuk oleh Pemkot. Tim itu diantaranya Inspektorat, BKPSDM, dan Sekretaris Daerah Kota Bontang.
"Pelayanan tetap berjalan. Kemarin kami sudah rapat internal untuk tetap bisa profesional dalam bekerja. Untuk permasalahan tetap diserahkan kepada tim yang dibentuk," ucap Aspianur.
Baca Juga: Batal Berlayar, Mudik Gratis KM Binaiya Bontang-Parepare Terancam Gagal
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar