SuaraKaltim.id - Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bontang mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) lebih besar ketimbang 2023 lalu.
Pada 2024 ini, selain gaji dan tunjangan melekat. ASN juga akan menerima 100 persen Tunjangan Kinerja (Tukin).
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sony Suwito mengaku, untuk alokasi THR ASN berasal dari 2 pos anggaran.
Untuk gaji dan tunjangan melekat didapat menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Pusat. Sementara Tukin didapat dari APBD Kota Bontang.
"Ada peningkatan berdasarkan PP No. 14 Tahun 2024. Berdasarkan aturan tersebut, pemerintah memberikan THR. Alokasi ada dari DAU dan APBD," ucap Sony, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Rabu (27/03/2024).
Pertimbangan pemberian Tukin 100 persen juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Saat ini proses untuk pencairan THR menunggu SK dari Wali Kota Bontang.
Setelah itu, setiap OPD melakukan pengajuan untuk pencairan THR. Paling tidak mereka diminta mengusulkan sepekan sebelum lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah. Artinya, kemungkinan pencairan sudah dimulai sejak 3 Maret 2024 mendatang atau sekira sepekan sebelum lebaran.
"Prosesnya sama seperti biasa. OPD mengusulkan kemudian kita proses. Untuk pencairan bisa cepat atau tidak sesuai dengan usulan OPD," sambungnya.
Disinggung soal anggaran. Sony enggan membeberkan datanya. "Kalau jumlahnya saya tidak berani sebutkan. Tapi kita sudah alokasikan lah yang jelas," pungkasnya.
Baca Juga: Jadwal Imsak untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 27 Maret 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa