Ringkasan ceritanya adalah ketika diturunkan bayi perempuan oleh dewa, yang konon kabarnya bayi ini dimasukkan ke dalam sepotong mas bambu.
Ruas bambu meledak dan pecah, orang kemudian menemukan seorang bayi perempuan di dekat pecahan bambu tersebut dan beranggapan bayi tersebut berasal dari dalam bambu yang meledak tersebut.
Setelah terjadi bunyi ledakan, dari atas awan terdengar suara dewa yang berkata bahwa siapa yang mendengar bunyi letusan bambu.
Kemudian orang-orang yang hadir ada yang menjawab mereka mendengar, dan ada pula kelompok yang menjawab mereka tidak mendengar bunyi sedikitpun.
Maka dewa berkata lagi siapa yang mendengar bunyi ledakan tadi akan menjadi hamba sahaya dan harus bekerja keras di dunia ini, dan siapa yang tidak mendengar bunyi ledakan akan menjadi pengkawaq, mantiq tatau, dan merentikaq.
Demikian permulaan cerita adanya kasta sosial menurut dongeng suku Tunjung dan tempat terjadi peristiwa ini disebut kemudian dengan nama bukit mangkuq hajiq dan di situ tumbuh sejenis bambu yang disebut Betui mangkuq hajiq.
Jadi menurut cerita rakyat tersebut, kasta sosial masyarakat Tunjung sudah ditentukan dewa pelindung mereka, dan bukan ciptaan manusia semata-mata.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dana Karbon Rp73,2 Miliar Mengucur ke Kaltim untuk Pengurangan Emisi
-
2 Orang Utan Keluar Habitat Cari Makan Imbas Kemarau Ekstrem di Kaltim
-
Antrean Panjang BBM di Kaltim, Jam Operasional SPBU Disebut Jadi Pemicu
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan