SuaraKaltim.id - Kematian seorang wanita berinisial BT di gudang Kimia Farma Samarinda masih diselimuti misteri. Sebelum dinyatakan hilang selama 18 hari dan ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk, BT ternyata pernah mengalami perlakuan KDRT dari sang suami.
Elisabeth (51), salah satu tetangga korban, menceritakan bahwa sekitar tahun 2014 silam, BT pernah disekap selama beberapa hari di rumahnya sendiri.
Mulanya, tetangga di sekitar merasa bahwa selama beberapa hari tidak melihat aktivitas BT. Kemudian, mereka mencoba untuk pergi ke rumah BT, memastikan keberadaan korban baik-baik saja saat itu.
"Posisinya siang hari, dan kami panggil tidak ada jawaban. Kemudian kami mengintip di jendela, terlihat BT sedang terbaring lemas," ucap Elisabeth, melansir dari KaltimToday.co--Jaringan Suara.co, Senin (08/04/2024).
BT terbaring lemas selama beberapa hari di kamarnya. Tubuhnya dipenuhi kotoran, membuat sejumlah tetangga kaget melihat kondisinya.
Elisabeth sempat menyuruh BT untuk membuka pintu. Namun, BT hanya bisa melambaikan tangannya, yang berarti tidak bisa membuka pintu rumahnya. Walhasil, tetangga mencoba menghubungi suami BT.
"Selang berapa jam, suaminya datang dan membuka pintu rumah. Dia bilang, mau memandikan BT terlebih dahulu," tuturnya.
Melalui pengakuan Elisabeth, dirinya melihat kondisi BT saat itu sangat tidak baik. Di tubuh BT terdapat benjolan, khususnya tangan dan kakinya. Tubuhnya gemetar, dan wajahnya pucat.
"Kata suaminya khilaf. Saya tanya sama BT juga, kalau dirinya dipukul menggunakan pendeng atau sabuk," jelasnya.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Samarinda dan Sekitarnya Hari Minggu 7 April 2024
Setelah kejadian tersebut, suami beserta pihak keluarga korban sempat membuat perjanjian di atas kertas, agar sang suami tidak mengulangi kembali perbuatannya.
Tidak hanya Elisabeth, tetangga lainnya pun membeberkan cerita soal kesaksiannya melihat BT dipukul oleh suaminya sendiri. Kejadiannya kurang lebih sekitar dua minggu sebelum BT dinyatakan menghilang pada 31 Januari 2024.
Pagi hari sekitar pukul 07.30 WITA, BT keluar dari rumahnya dan duduk di atas motor miliknya. Selang beberapa detik, motor itu terjatuh hingga membuat BT masuk parit bersama motornya.
"Suaminya keluar marah-marahin BT, dan saya melihat sendiri korban dipukul oleh suaminya. Tepatnya di badan korban, sebanyak satu kali," kata Marselina Roge, tetangga korban.
Marselina tidak bisa berbuat banyak. Dia pikir, perlakuan suami kepada BT merupakan urusan rumah tangga mereka masing-masing. Ia pun tidak mengetahui, apa alasan suami korban melakukan tindakan tersebut.
"Saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa. Karena memang urusan rumah tangga mereka," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng