Resti menyebut sejauh ini tak ada fasilitas yang dibantu oleh pemerintah khususnya bagian Dinas Pariwisata karena untuk bisa menerima fasilitas tersebut cukup lama.
Contohnya, pihaknya pernah mengajukan untuk membantu perbaikan jalan yang masih tergolong sangat rusak, lahan parkir yang lumayan kecil, lampu jalan di sekitar jalan keluar masuk tetapi sampai kini tak kunjung diterima.
"Kalo fasilitas kami siapkan secara pribadi, karena kita nunggu pemerintah pun sampe sekarang ga ada, udah dari tahun lalu kita di prank bakal dilakukan ini itu ternyata belum kunjung nyata. Untuk izinnya sudah didaftarkan dan saat ini sedang on going," sebut.
Sebagai informasi, Naureen Mini Garden ini buka setiap pukul 08.00 Wita dan tutup pada 18.00 Wita. Resti mengatakan berencana akan mengadakan bangunan berupa warung penjualan kerajinan tangan agar masyarakat bisa menambah tujuan berkunjung, dan supaya ada suasana baru ditunjukkan selain berbau alam.
"Supaya mereka tidak bosan jika hanya spot ini saja, kami ke depan berencana ingin mengadakan warung namun khusus kerajinan tangan disini," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Tak Bisa Diganti Uang Pribadi Gubernur, Kursi Pijat Rudy Mas'ud Bakal Dipindah
-
Pelajar SMK Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Ibu Ungkap Kronologi
-
Mensos Respons Kasus Siswa SMK Samarinda Meninggal usai Keluhkan Sepatu Sempit
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Siswa Meninggal Gegara Sepatu Kekecilan, DPRD Samarinda Singgung Pendataan Lemah