SuaraKaltim.id - Kota Samarinda juga memiliki sejumlah lokasi wisata yang bisa dikunjungi bersama keluarga di hari libur. Salah satunya Naureen Mini Garden, bekas galian tambang yang kini disulap menjadi destinasi wisata.
Tempat wisata satu ini direkomendasikan untuk dikunjungi, sebab letaknya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Bertempat di Jalan Padat Karya menuju jalan Bersama, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, lokasinya tak jauh dari tempat wisata rumah Ulin Arya.
Pengelola Naureen Mini Garden, Resti Amalia, mengungkapkan awalnya pada tahun 2020 dirinya hanya menjadikan Naureen Mini Garden ini sebagai kebun sayur untuk edukasi keluarga dan milik pribadi saja. Kemudian dirinya mencoba menambah tanaman di kebunnya itu beberapa bunga yang indah.
Tak disangka, taman mininya itu dipesan oleh seorang warga untuk dijadikan tempat kegiatan dan akhirnya viral di media sosial, hingga menarik perhatian masyarakat karena berdiri di sekitar galian bekas tambang. Melihat antusias pengunjung itulah, akhirnya ia menjadikan tamannya itu sebagai tempat wisata keluarga.
Baca Juga: Warga Samarinda Meninggal Dunia usai Coba Menyelamatkan Anak Tenggelam di Pantai Marina
“Apalagi saat masa Covid-19 banyak masyarakat yang tidak bisa pergi ke mana-mana akhirnya semenjak itu kami sepakat menjadikan tempat ini sebagai wisata untuk umum dan memperluas gazebo hingga kolamnya,” ujar Resti, melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Selasa (16/04/2024).
Begitu pengunjung masuk ke area taman akan disambut dengan taman bunga dan rerumputan, yang disatu-padukan hingga begitu menarik. Terdapat juga bangunan-bangunan berbahan dasar ulin yang berdiri di atas danau dengan jembatan.
Untuk fasilitas, mini garden ini memiliki cottage, gazebo, kemudian fasilitas seperti kamar mandi yang sudah banyak, musala, taman sarang lebah kelut, mini zoo, tempat bermain anak-anak, kantin, dan tersedia lahan parkir.
Selain itu terdapat beberapa kolam ikan seperti patin gurame, koi, mas koki, nila, komet, bahkan ada ikan Garga Ruffa dari Turki dan Ikan Nilem dari Bandung.
Harga tiketnya sangat terjangkau yakni Rp 10 ribu per orang, sudah bisa menikmati fasilitas yang sangat lengkap di taman ini. Jadi tidak perlu ragu untuk membawa teman dan keluarga ramai-ramai karena harganya tidak begitu mahal.
"Memang ini sangat cocok ya untuk family, dan kalau membawa rekan rame-rame tidak begitu mahal harganya cukup murah hanya membayar HTM (harga tiket masuk) Rp 10 ribu sudah bisa menikmati semuanya," tuturnya.
Taman ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat sebagai tempat terapi ikan. Pengelola menyediakan ikan nila merah yang berukuran kecil di dalam sebuah kolam.
Tempat itu bisa dijangkau oleh kaki sambil duduk dan diberi makan oleh pengunjung. Itulah sebabnya, banyak juga masyarakat mengenal tempat ini sebagai tempat terapi ikan.
Dengan bertambahnya fasilitas seperti mini zoo dijadikan sebagai wadah edukasi kepada anak-anak sekolah yang memang membutuhkan membawa siswa-siswi dari sekolah untuk kunjungan sekaligus refreshing.
Tingginya minat terhadap mini zoo oleh anak-anak ini pun dijadikan opsi bagi sekolah-sekolah lain untuk media edukasi atau biasa disebut kunjungan edukasi.
"Kalau pagi di sini ramenya anak sekolah, karena ada kunjungan edukasi, setiap hari saya maksimalkan untuk terima 2 sekolah saja misalnya SD Budi Bakti, Islamic Center dan lainnya, saat anak sekolah nanti datang kami siapkan guide-nya, mereka akan kami layani sepuasnya," katanya.
Resti menyebut sejauh ini tak ada fasilitas yang dibantu oleh pemerintah khususnya bagian Dinas Pariwisata karena untuk bisa menerima fasilitas tersebut cukup lama.
Contohnya, pihaknya pernah mengajukan untuk membantu perbaikan jalan yang masih tergolong sangat rusak, lahan parkir yang lumayan kecil, lampu jalan di sekitar jalan keluar masuk tetapi sampai kini tak kunjung diterima.
"Kalo fasilitas kami siapkan secara pribadi, karena kita nunggu pemerintah pun sampe sekarang ga ada, udah dari tahun lalu kita di prank bakal dilakukan ini itu ternyata belum kunjung nyata. Untuk izinnya sudah didaftarkan dan saat ini sedang on going," sebut.
Sebagai informasi, Naureen Mini Garden ini buka setiap pukul 08.00 Wita dan tutup pada 18.00 Wita. Resti mengatakan berencana akan mengadakan bangunan berupa warung penjualan kerajinan tangan agar masyarakat bisa menambah tujuan berkunjung, dan supaya ada suasana baru ditunjukkan selain berbau alam.
"Supaya mereka tidak bosan jika hanya spot ini saja, kami ke depan berencana ingin mengadakan warung namun khusus kerajinan tangan disini," terangnya.
Berita Terkait
-
Mudik ke Wonosobo? Ini 5 Destinasi Wajib untuk Wisata Bareng Keluarga
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
Tiga Hari Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan di Ancol Tembus 167 Ribu
-
Update Harga Tiket Lembang Park & Zoo Terbaru 2025: Jangan Sampai Kehabisan Tiket!
-
Wajib Coba! Bakso Seuseupan, Ikon Kuliner Lebaran Bogor Sejak 1984
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Dari Nganjuk ke Sepaku, Wisatawan Rela Tempuh Perjalanan Jauh Demi IKN
-
Tanpa Diskon, Tol Balsam Tetap Jadi Pilihan! Kendaraan Melonjak 102 Persen
-
BMKG: Hujan 80-90 Persen Berpotensi Guyur Kaltim, Warga Diminta Waspada
-
Cegah Perundungan, DPRD PPU Dorong Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah
-
Dugaan Pencemaran Laut, PT EUP: Kami Tetap Peduli pada Kesejahteraan Nelayan