SuaraKaltim.id - Saparuddin dikabarkan bakal digandeng Andi Harun maju pemilihan wali kota (Pilwali) Samarinda lewat jalur independen. Kabar keduanya bakal berpasangan itu bermula dari Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat, Rabu (08/05/2024) yang menyebut tim keduanya sedang berkomunikasi untuk menyerahkan surat dukungan (surduk) maju pilwali lewat jalur independen.
Firman Hidayat menyampaikan, penyerahan surat dukungan untuk maju Pilwali Samarinda lewat jalur independen sudah dibuka pada hari tersebut.
Ia mengatakan saat hari pertama, tidak ada pasangan calon yang menyerahkan surduk, tapi ada tim Andi Harun dan Saparuddin yang berkomunikasi ke KPU Samarinda. Tim tersebut disebut berkonsultasi terkait persyaratan surat dukungan untuk Pilwali 2024.
"Sebelum Zuhur, tadi tim Andi Harun-Saparuddin mendatangi KPU, untuk kosultasi soal surat dukungan," ungkap Firman Hidayat, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Jumat (10/05/2024).
Firman menuturkan, saat ini pihaknya masih menunggu bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang hendak menyerahkan surat dukungan dengan fotocopi KTP elektronik sebagai syarat.
“Pasangan bakal calon harus mengumpulkan minimal 45.322 KTP warga Samarinda," bebernya.
Ia mengimbau pasangan bakal calon yang hendak mendaftar, agar lebih memperhatikan persyaratan yang harus disiapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Mereka akan unggah dulu ke website Silonkada. Setelah itu, bakal calon akan menyerahkan jumlah rekapitulasi surat dukungan ke kantor kami, sebelum 12 Mei 2024," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Saparuddin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda itu enggan menjawab soal bakal berpasangan dengan Andi Harun maju pilwali lewat jalur independen.
Baca Juga: Pilwali 2024, KPU Samarinda Tunggu Bakal Calon Independen Lainnya, Andi Harun Sudah Siap?
"Perihal itu (berpasangan dengan Andi Harun, Red.), saya masih belum bisa komentar ya. Mohon maaf," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kabar Bantuan Iuran BPJS Warga Samarinda Dihentikan, Pemprov Kaltim Klarifikasi
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Pemprov Kaltim Alihkan 49 Ribu Peserta BPJS, Pemkot Samarinda Menolak!
-
Keterlibatan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Berbagai Posisi Strategis