Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Minggu, 12 Mei 2024 | 16:00 WIB
Proyek pembangunan IKN. [Ist]

Pendapat dari Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Arif Akhyat, kata Nusantara hanya penamaan suatu wilayah saja.

Menurutnya, penamaan ini tidak mengandung perspektif negatif atau positif karena hanya merujuk sebuah nama wilayah di luar Jawa.

Tetapi, ia menyoroti bahwa bagaimana tafsir nama itu digunakan sebagai kebijakan politik untuk pemerataan, keseimbangan, dan keadilan pembangunan.

Nusantara Lebih Luas dari Indonesia

Baca Juga: Warisan Budaya Nusantara, 5 Peninggalan Kerajaan Kutai Martapura yang Mempesona

Dosen Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini menjelaskan, konsep Nusantara pada masa Majapahit merupakan konsep geopolitik untuk mengidentifikasi suatu wilayah.

Kala itu wilayah yang termasuk Nusantara adalah Bali, Malayu, Madura dan Tanjungpura, juga termasuk wilayah Singapura, Malaysia.

Bahkan wilayah Sumatra, Borneo, Sulawesi dan Maluku, Lombok, Timor juga termasuk serta pengaruhnya sampai Champa, Cambodia, Annam dan Siam.

Jadi menurut Akhyar, secara geografis, Nusantara lebih luas dari wilayah Indonesia saat ini.

Kontributor : Maliana

Baca Juga: Dukung Ekonomi Hijau dan IKN, Pemprov Kaltim Ganti Kendaraan Dinas Menjadi Kendaraan Listrik Mulai 2024

Load More