Setelah selesai dimandikan, orang mati tersebut diberi patik yaitu membuat tanda titik dengan darah ayam di beberapa bagian tubuhnya.
Mulai pada muka, terus ke bagian badan, kedua lengan dan kemudian pada kedua kakinya. Tanda ini menurut kepercayaan mereka agar arwah-arwah atau roh-roh lainnya mengenal bahwa orang tersebut telah mati.
Membuat Lungun atau Peti Mati
Pembuatan lungun atau peti mati dilakukan secara bergotong-royong oleh masyarakat yang datang ke rumah duka.
Pembuatan lungun ini dari pohon buah-buahan yang ukurannya besar ataupun kayu ulin. Lungun dibuat dalam waktu sekitar satu hari dan dikerjakan di sekitar tempat di mana kayu ditebang.
Jika proses pembuatan lungun telah selesai, lungun itu akan dibawa pulang ke kampung untuk disempurnakan ukuran dan ornamennya.
Kontributor : Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng