SuaraKaltim.id - Mantan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono, mendapatkan tugas baru dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia kini bertugas sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional Pembangunan (IKN.
Hal itu disampaikan oordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana belum lama ini. Ia mengatakan, enugasan Presiden untuk Bambang Susantono tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 39/M Tahun 2024 yang ditandatangani pada 11 Juni 2024.
"Pada tanggal 11 Juni 2024, Presiden telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 39/M Tahun 2024, tentang pengangkatan Bp. Bambang Susantono sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerja Sama Internasional Pembangunan Ibu Kota Nusantara," kata Ari, mengutip dari ANTARA, Jumat (14/06/2024).
Menanggapi hal tersebut, Bambang Susanton mengucapkan terima kasih kepada Jokowi. Ucapam itu disampaikan Bambang melalui unggahn di Instagramnya.
Di awal kalimat, Bambang langsung mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Jokowi. Akun Instagram Jokowi juga disematkan dalam keterangan tulisnya tersebut.
"Terima kasih pada Bapak Presiden @jokowi yang memberi kesempatan bagi saya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan IKN, kali ini sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Kerjasama Internasional Pembangunan IKN," sebutnya.
Bambang mengatakan, IKN merupakan simbol peradaban baru yang menjadi bagian dari visi Indonesia 2045. Pembangunan IKN katanya akan berlangsung hingga tahun tersebut.
Ia menjabarkan, ada 5 tahapan dalam membangun IKN. Oleh sebab itu, perlu konsistensi dan keberlanjutan dalam menjaga konsep Negara Rimba Nusa.
"Seperti yang pernah saya sampaikan, saya akan terus menyumbangkan tenaga, pemikiran, dan keahlian saya demi terwujudnya IKN. Sebagai bagian dari warga Sepaku, saya ingin asa saudara-saudara saya di tanah IKN tetap terwujud," ucapnya.
Baca Juga: Agustus 2024, Transportasi Massal Listrik dan Kereta Otonom Melayani IKN
Bukan cuma itu, Bambang juga meminta izin untuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan IKN. Izin itu diduga ia tujukan kepada masyarakat serta pengikutnya.
"Oleh karena itu, izinkan kami menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari satu kota masa depan yang akan menjadi kebanggaan tidak hanya anak cucu kami, tetapi juga putra-putri bangsa di seluruh Indonesia," lanjutnya.
Kata Bambang, tugas sebagai Utusan Khusus Presiden merupakan pengabdian pada negara. Ia akan menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya.
Ia mengklaim akan mengajak berbagai komunitas serta organisasi dan lembaga internasional untuk bekerjasama membangun IKN. Hingga menjadi kota dengan konsep sustainable forest city.
"Bagi saya, tugas selaku Utusan Khusus Presiden merupakan pengabdian pada negara, dan akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya dengan mengajak berbagai komunitas serta organisasi dan lembaga internasional untuk bekerja sama, membangun IKN hingga menjadi sustainable forest city yang mengedepankan lingkungan, sosial dan tata laksana (ESG). Karena IKN adalah kota dunia bagi semua--a world class city for all," bebernya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI dan Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Indonesia yang Berkelanjutan
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif