SuaraKaltim.id - Seorang petugas kebersihan menemukan mayat di sebuah warung yang sudah tidak digunakan lagi di terminal tipe B Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, pada Selasa pagi (23/7). Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA.
Staf terminal tipe B Sangatta, Budi Yanto, menyatakan bahwa pihaknya langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari petugas kebersihan.
"Kami dapat laporan dari petugas kebersihan terminal ada orang tergeletak di samping warung, saya langsung ke TKP dan saya bilang jangan ada yang menyentuh," kata Budi.
Warung tempat penemuan mayat tersebut sudah lama kosong dan tidak terpakai. Di lokasi kejadian, ditemukan beberapa barang milik jenazah, termasuk KTP, HP, jaket, tas gendong, serta makanan mie instan yang diduga sisa makanan terakhir jenazah.
"Kemungkinan penumpang bermalam tapi tidak ada laporan," tambah Budi.
Setelah mengamankan lokasi penemuan, petugas terminal segera menghubungi pihak Polres Kutai Timur dan Rumah Sakit Daerah Kudungga.
Kasat Reskrim Polres Kutim, AKP Dimitri Mahendra Kartika, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kematian. Berdasarkan informasi dari KTP yang ditemukan, pria tersebut berasal dari Sulawesi.
“Kami masih mencari tahu keluarga jenazah yang ada,” kata Dimitri. Ia juga mengungkapkan bahwa pria tersebut dinyatakan meninggal dunia tanpa ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
"Saat ini sudah dievakuasi di RSUD Kudungga. Informasi dari saksi-saksi, pria tersebut sebelum meninggal sudah dalam keadaan sakit," tambah Dimitri.
Baca Juga: KPU Kutim Gandeng Media Massa untuk Sosialisasikan Pilkada 2024
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari pihak RSUD Kudungga untuk mengetahui penyebab pasti kematian pria tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
KPU Kutim Gandeng Media Massa untuk Sosialisasikan Pilkada 2024
-
Satpol PP Kutim Siapkan Anggaran dan Seragam Satlinmas untuk Pilkada 2024
-
Meninggal Dunia Dekat Terminal Bontang-Sangatta, Kakek DI Diduga Alami Serangan Jantung
-
Satu Bulan, 1.123 Pantarlih Kutim Menyisir 18 Kecamatan untuk Coklit Data Pemilih Pilkada 2024
-
Peluang Kerja Lokal Terancam? DPRD Kutim Minta Regulasi Perekrutan Tenaga Kerja Lebih Ketat
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla