SuaraKaltim.id - Polsek Telukpandan, Kutai Timur, tengah memperdalam kasus penikaman yang terjadi pada Rabu malam (24/7/2024). Kapolres Kutai Timur AKBP Chandra Hermawan melalui Kapolsek Teluk Pandan Ipda Joko Feriyanto menyampaikan bahwa pelaku berinisial MA (29) telah ditahan.
Peristiwa tragis ini berawal dari informasi yang diterima MA mengenai dugaan perselingkuhan istrinya dengan korban berinisial D (25).
Dalam keadaan emosi yang meluap, MA langsung mendatangi D dan menusukkan badik ke tubuhnya. Korban mengalami tujuh tusukan di dada dan tangan, menyebabkan ia terjatuh bersimbah darah.
"Pelaku itu mengaku korban sudah selingkuh dengan isterinya. Tapi itu masih informasi sementara, buktinya belum ada. Masih dugaan. Kedua orang ini berteman padahal," ungkap Ipda Joko seperti dikutip dari Klik Kaltim jejaring suara.com, Kamis.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. MA terancam dikenakan pasal berlapis, termasuk penganiayaan dan pelanggaran Undang-Undang Darurat terkait senjata tajam.
Selain MA, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk badik dan pakaian korban.
Saat ini, kondisi D dilaporkan mulai pulih meski mengalami luka serius di dada dan lengan kanan.
"Kita fokus pada pasal penganiayaan. Tapi dia gunakan sajam ancaman bisa maksimal 12 tahun. Kita masih dalami yah," tambah Ipda Joko.
Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik pribadi dapat berujung pada kekerasan ekstrem dan menyoroti pentingnya penegakan hukum dalam mencegah tindakan kekerasan.
Baca Juga: Penemuan Mayat di Warung Kosong Terminal Sangatta, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Berita Terkait
-
Penemuan Mayat di Warung Kosong Terminal Sangatta, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
KPU Kutim Gandeng Media Massa untuk Sosialisasikan Pilkada 2024
-
Satpol PP Kutim Siapkan Anggaran dan Seragam Satlinmas untuk Pilkada 2024
-
Satu Bulan, 1.123 Pantarlih Kutim Menyisir 18 Kecamatan untuk Coklit Data Pemilih Pilkada 2024
-
Penikaman Brutal di Balikpapan, Remaja 17 Tahun Tewas di Tangan Teman Sendiri
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar