Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:15 WIB
Kolase foto Neni dan Basri, bacalon Wali Kota Bontang. [Ist]

Sementara tingkat kesukaan Neni Moerniaeni 82,06 persen, tidak suka 6,53 persen. Untuk Najirah 73,73 persen dan tidak suka 9 persen.

Untuk indikator kepuasan rating Basri Rase dan Najirah diangka 75 persen. Kemudian angka yang ingin memilih Basri kembali hanya 24,7 persen saja. Kemudian mengatakan tidak 35,75 persen dan tidak tahu 39,50 persen.

Sedangkan pertanyaan ihwal sosok baru. Para responden lebih antusias. Angkanya 42,50 persen.

M Barkah mengilustrasikan nama Najirah angkanya mengalami stagnasi. Hal itu dikarenakan posisinya sebagai wakil. Kemudian responden justru lebih condong ke 2 nama, yaitu Basri dan Neni.

Baca Juga: Pemkot Bontang Raup Rp 8,4 Miliar dari Deposito Rp 600 Miliar di Tiga Bank

"Pilkada di Bontang cukup menarik. Ada yang sempat berpasangan, kemudian berpisah, saling mengalahkan. Bahkan ada istilah kutukan petahana yang tidak pernah menang 2 periode," sambungnya.

Angka Bisa Berubah

Di akhir, angka survei ini akan berubah. Karena secara sikap masyarakat masih bisa membelot pilihannya. Berkaca dengan 2019 lalu. Dimana Neni Moerniaeni unggul survei. Namun kalah di pemilu.

Namun, penyebab utamanya karena swing voter tinggi. Untuk hasil survei saat ini tingkat swing voters senilai 52,75 persen.

"Dari swing voters ini yang mungkin bisa membalikkan keadaan angka survei. Jadi tinggal paslon yang bekerja untuk merebut hati orang tidak memilih atau masih ragu-ragu," pungkasnya. 

Baca Juga: Waspada! ASN Bontang yang Ikut Kampanye Terancam Pidana

Load More