SuaraKaltim.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani terus menggaungkan peluang investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, kepada calon investor luar negeri.
Menurutnya, minat terhadap proyek ini sudah mulai terlihat, meski saat ini fokus utama masih pada pembangunan infrastruktur dasar. Hal itu disampaikan Rosan saat ada di Jakarta, Jumat (31/01/2025).
"Kami pun saat melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka menarik investor ke Indonesia, kami juga selalu menyampaikan mengenai potensi yang berada di IKN ini," ujarnya, dikutip dari ANTARA, Senin (03/02/2025).
IKN didesain sebagai smart forest city, mengedepankan konsep kota hijau dan berkelanjutan. Pembangunan ibu kota baru ini merupakan proyek jangka panjang yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga 25-30 tahun untuk benar-benar terwujud.
Rosan menegaskan bahwa ketertarikan investor asing terhadap IKN sudah mulai tampak, salah satunya ditunjukkan oleh perusahaan asal Singapura yang telah berinvestasi dalam proyek panel surya di kawasan tersebut.
"Kita lihat memang minatnya (appetite) itu sudah ada, walaupun pada saat ini masih banyak pembangunan untuk yang sifatnya infrastruktur dan juga yang paling penting adalah membentuk suatu komunitas di dalam IKN ini sehingga baik dari sekolah juga sudah mulai ada pembangunan, kemudian rumah sakit juga sudah ada, properti, dan restoran jadi komunitasnya akan terbentuk," katanya.
Keberadaan komunitas yang semakin berkembang di IKN diyakini akan menjadi faktor pendorong bagi investor lain untuk menanamkan modalnya. Rosan menilai, dengan terbentuknya ekosistem kota yang lengkap, daya tarik investasi di IKN akan semakin meningkat.
"Dengan terbentuk komunitas ini tentunya akan lebih menimbulkan appetite yang lebih tinggi lagi dalam rangka mereka melihat komunitas sudah terbentuk di IKN sehingga investasi yang pada saat ini mungkin lebih banyak di infrastruktur akan terus meningkat ke depannya," tambahnya.
Rosan juga memastikan bahwa pemerintah berkomitmen tinggi untuk melanjutkan pembangunan IKN, dengan target menjadikannya pusat pemerintahan politik pada 2028 mendatang.
Baca Juga: Sistem Kerja Fleksibel, ASN di IKN Bisa Bekerja dari Mana Saja
"Kami juga menyampaikan bahwa komitmen pemerintah untuk terus melanjutkan (pembangunan) ini berjalan dengan sangat tinggi sehingga diharapkan IKN sebagai pusat pemerintahan politik bisa selesai melalui pembangunan beberapa gedung legislatif atau yudikatifnya pada tahun 2028," ujar Rosan.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp 48,8 triliun dari APBN untuk periode 2025-2029 guna melanjutkan pembangunan IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyebut bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat penyelesaian berbagai infrastruktur demi mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota politik yang lengkap dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu