"Termasuk juga Kutai Kartanegara bagian timur, Tenggarong, Samarinda, dan Kutai Timur bagian timur,” tuturnya.
Profil singkat Kukuh Ribudiyanto
Kukuh Ribudiyanto adalah Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dalam perannya, Kukuh aktif memberikan informasi dan peringatan terkait kondisi cuaca di Kaltim, khususnya Balikpapan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap hujan intensitas sedang hingga tinggi pada awal Februari 2025, yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Melalui berbagai pernyataannya, Kukuh Ribudiyanto berperan penting dalam memberikan informasi cuaca dan peringatan dini kepada masyarakat Kaltim, guna meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana akibat kondisi cuaca ekstrem.
Penjelasan cuaca ekstrem
Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca yang tidak biasa dan berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan dan aktivitas manusia. Cuaca ekstrem bisa berupa hujan lebat, angin kencang, badai, gelombang panas, atau cuaca dingin yang lebih intens dari biasanya.
Jenis Cuaca Ekstrem
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa untuk Balikpapan, Samarinda dan Bontang 23 Maret 2025
- Hujan Lebat dan Banjir – Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat menyebabkan banjir bandang dan longsor.
- Angin Kencang dan Puting Beliung – Angin dengan kecepatan tinggi dapat merusak bangunan, pohon tumbang, dan membahayakan transportasi.
- Gelombang Panas – Suhu yang meningkat drastis dalam waktu tertentu dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan.
- Badai Petir dan Kilat – Sering terjadi saat musim hujan dan dapat membahayakan manusia serta infrastruktur.
- Cuaca Dingin Ekstrem – Turunnya suhu secara drastis dapat menyebabkan hipotermia dan gangguan aktivitas sehari-hari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya