Scroll untuk membaca artikel
Denada S Putri
Rabu, 02 April 2025 | 16:36 WIB
Kegiatan salah satu posyandu di Kabupeten PPU. [ANTARA]
  1. Asupan Gizi yang Tidak Cukup – Kurangnya nutrisi yang diperlukan selama kehamilan dan masa bayi.
  2. Infeksi Berulang – Anak yang sering sakit, terutama diare dan infeksi pernapasan, lebih rentan mengalami stunting.
  3. Sanitasi dan Kebersihan yang Buruk – Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko infeksi yang dapat menghambat pertumbuhan anak.
  4. Pola Asuh yang Kurang Tepat – Kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak.
  5. Faktor Sosial dan Ekonomi – Kemiskinan sering kali menjadi hambatan utama dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak.

Dampak Stunting

Stunting tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak dan kemampuan belajar.

Anak stunting berisiko memiliki kecerdasan yang lebih rendah dibandingkan anak dengan tumbuh kembang normal. Selain itu, mereka lebih rentan terhadap penyakit kronis di usia dewasa, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Upaya Pencegahan Stunting

Baca Juga: Dana Desa Rp 29 Miliar, DPRD PPU Tekankan Pemanfaatan Maksimal

Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai program untuk menekan angka stunting, antara lain:

  1. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita yang mengalami kekurangan gizi.
  2. Peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kehamilan rutin dan imunisasi.
  3. Kampanye edukasi tentang gizi dan pola asuh anak yang baik melalui Posyandu dan Puskesmas.
  4. Program sanitasi dan akses air bersih untuk mengurangi risiko infeksi yang berkontribusi pada stunting.
  5. Bantuan sosial dan ekonomi bagi keluarga kurang mampu untuk memastikan mereka dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.

Peran Masyarakat dalam Mengatasi Stunting

Selain peran pemerintah, masyarakat juga memiliki kontribusi besar dalam mengatasi stunting. Orang tua harus lebih sadar akan pentingnya gizi seimbang dan sanitasi yang baik.

Selain itu, keterlibatan komunitas dalam mendukung program kesehatan, seperti Posyandu, dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap permasalahan ini.

Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Bontang, DPRD Pertanyakan Peran Pemerintah

Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya sangat diperlukan agar Indonesia dapat mencapai generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Load More