SuaraKaltim.id - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mengambil langkah berani dengan mendorong Gerakan Pramuka di wilayahnya untuk berperan lebih strategis dalam pembangunan daerah.
Tak lagi sekadar organisasi kepanduan, Pramuka kini digadang sebagai pengelola kawasan terpadu berbasis pendidikan dan lingkungan yang akan mencerminkan wajah baru PPU di era Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah ini disampaikan Mudyat saat momentum konsolidasi pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka PPU.
Ia menegaskan bahwa kawasan bumi perkemahan di Babulu dan Labangka, dengan luas total hampir 45 hektare, akan berada di bawah koordinasi Pramuka.
“Lahan itu nanti di bawah koordinasinya teman-teman Pramuka tuh, nah silakan teman-teman Pramuka itu yang menjaga dan nanti dibangun seperti apa bisa dibuat desainnya yang bagus,” ucap Mudyat dengan nada penuh keyakinan, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Rabu, 21 Mei 2025.
Lebih dari sekadar memberi kepercayaan, menurut Mudyat, hal ini adalah bagian dari strategi pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berdaya saing.
Kawasan yang dimaksud bukan hanya tempat perkemahan, melainkan akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan pertanian, pelestarian lingkungan, serta kegiatan komunitas yang bersifat edukatif dan produktif.
Ia menekankan pentingnya desain kawasan yang representatif, fungsional, dan memberi ruang besar untuk partisipasi anak muda.
Komitmen ini juga lahir dari kesadaran akan posisi PPU sebagai daerah penyangga utama IKN.
Baca Juga: Arahan Presiden: Hunian di IKN Tak Boleh Hanya untuk Elit
Mudyat menyadari bahwa setiap inisiatif pembangunan kini tak hanya dilihat secara lokal, tetapi juga menjadi sorotan secara nasional hingga internasional.
“Kita ini sebagai PPU kan otomatis yang kita sambut kan IKN, jadi yang kita sambut itu sebetulnya seluruh Indonesia, mungkin bahkan internasional,” tandasnya.
IKN Tak Hanya Infrastruktur, PPU Dorong Ekonomi Umat Lewat Rakorda KPEU
Kabupaten PPU yang kini menjadi bagian dari wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), bakal menjadi pusat perhatian pada Oktober 2025 mendatang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dari wilayah yang sebagiannya menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN) itu menyatakan, kesiapannya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim), dengan harapan besar pada penguatan nilai-nilai syariah dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, saat menerima audiensi dari jajaran MUI Kaltim dan MUI PPU, Senin, 19 Mei 2025.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut