SuaraKaltim.id - Lonjakan harga bahan pokok kembali mengguncang Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Di tengah kondisi ekonomi warga yang makin tertekan, akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi, menilai permasalahan tersebut tak bisa dilihat semata sebagai gejolak pasar biasa.
Hal itu ditegaskan Purwadi saat berada di Samarinda, Jumat, 1 Agustus 2025.
“Solusi yang dilakukan pemerintah hanya seperti memadamkan api. Baru bergerak setelah ada kejadian besar atau viral. Sifatnya reaktif, bukan strategis,” tegasnya disadur dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Kritik ini dilontarkan menyusul respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyalurkan bantuan sembako ke Mahulu setelah harga kebutuhan pokok melonjak tajam.
Harga beras saat ini mencapai Rp 1,2 juta per karung (25 kg), sementara gas elpiji 3 kilogram dijual hingga Rp 400 ribu per tabung.
Namun bagi Purwadi, situasi ini bukanlah kejutan.
Menurutnya, krisis pangan di Mahulu bukan peristiwa insidental, melainkan masalah struktural yang berulang setiap tahun tanpa solusi jangka panjang.
“Kalau setiap tahun hanya kirim sembako, itu bukan solusi. Itu tanda bahwa pemerintah tidak punya desain kebijakan jangka panjang untuk Mahulu,” katanya.
Baca Juga: Putus dari Sungai, Mahulu Butuh Jalan Bukan Sembako
Ia menjelaskan, persoalan utamanya terletak pada akses yang masih sangat terbatas.
Mahulu sangat bergantung pada jalur sungai, yang rawan terganggu saat musim banjir maupun kemarau panjang.
Kondisi ini membuat distribusi barang terhambat dan harga terus meroket.
“Tidak perlu jalan tol, tapi jalan tanah pun kalau bisa dilalui sepanjang tahun akan sangat membantu. Selama akses masih buruk, harga barang akan terus mahal,” tambah Purwadi.
Dia juga menyinggung lambannya realisasi pembangunan jalan darat ke Mahulu, meski dana besar telah digelontorkan pemerintah pusat maupun daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Proyek yang seharusnya menjadi solusi fundamental justru terkesan mandek di tengah jalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Strategi BRI Melejitkan Potensi Ekonomi Lokal Lewat UMKM Desa
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah