SuaraKaltim.id - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menegaskan komitmennya menjaga integritas pengelolaan keuangan daerah dengan memperingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menyalahgunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran APBD di Balikpapan, Kamis, 11 September 2025.
"Jangan main-main dengan APBD, karena perencanaan dan penganggaran adalah pondasi tata kelola pemerintahan, jika pondasinya retak, maka seluruh bangunan akan rapuh," ujar Rudy Mas’ud, disadur dari ANTARA, Minggu, 14 September 2025.
Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut dari rapat koordinasi pemberantasan korupsi yang sebelumnya digelar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rudy menekankan, APBD adalah instrumen utama pembangunan yang memuat harapan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga program sosial.
Ia menegaskan setiap rupiah dari APBD wajib diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.
Publik yang semakin kritis, kata Rudy, menuntut transparansi penuh. Karena itu, keterbukaan data APBD bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban.
Saat ini, indeks Monitoring Center for Prevention (MCP) Kaltim berada di angka 73,22, masih di bawah rata-rata nasional 76.
Pemprov menargetkan skor MCP ke depan mampu menembus angka 80.
Baca Juga: Kalimantan Timur Jadi Rumah Terakhir Badak Bercula Dua
Menurut Rudy, kunci pencapaian target tersebut ada pada perencanaan dan penganggaran yang tepat sejak awal, sehingga pelaksanaan bisa lebih mudah diawasi.
Monitoring dan evaluasi, tambahnya, menjadi cara efektif untuk menghapus praktik lama seperti mark-up dan program fiktif.
APBD juga harus diarahkan pada sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, serta pembangunan infrastruktur konektivitas.
"Kami ingin OPD menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pemerintahan," tegas Rudy.
Ia pun menginstruksikan seluruh jajaran agar patuh pada pedoman KPK dan BPKP, serta memastikan perencanaan berbasis data dan berorientasi pada hasil nyata, bukan hanya mengejar penyerapan anggaran.
Dengan tata kelola yang bersih, Rudy optimistis visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” dapat diwujudkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dugaan Korupsi Batu Bara Perumda Varia Niaga Samarinda, Negara Rugi Rp30,9 Miliar
-
Eksepsi Budiono Tanbun Ditolak, Pakar Unmul Justru Soroti Daluwarsa Kasus Tambang JMB
-
Ahli BPKP Ungkap Metode Potential Loss, Kuasa Hukum JMB Soroti Kepastian Audit
-
Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling