SuaraKaltim.id - Pemerintah memberi perhatian lebih bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online (ojol), kurir, sopir logistik, hingga pedagang kecil, lewat kebijakan baru dalam Paket Ekonomi Akselerasi 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, peserta BPJS Ketenagakerjaan dari kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) akan mendapatkan keringanan iuran jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM).
Hal itu disampaikan Airlangga saat berada di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 15 September 2025.
"Mereka tinggal bayar. Bayarnya sesuai dengan paketnya saja, kalau nggak salah Rp 10.800. Jadi bayar itu kita kasih 50 persen diskon," kata Airlangga disadur dari ANTARA, di hari yang sama.
Dengan kebijakan ini, pekerja informal cukup membayar Rp 10.800 per bulan dengan potongan 50 persen selama enam bulan, sementara sisanya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan.
“Mereka cukup bayar separuh, sisanya dibayar BPJS,” tambah Airlangga.
Manfaat perlindungan yang diperoleh tidak main-main.
Peserta berhak atas santunan kematian hingga 48 kali upah, santunan cacat 56 kali upah, beasiswa pendidikan untuk dua anak senilai Rp 174 juta, serta manfaat JKM sebesar Rp 42 juta.
Hingga saat ini, sekitar 200 ribu pekerja telah bergabung dalam program ini.
Baca Juga: Menolak Ikut Aksi Nasional, Ojol Balikpapan Nilai Komisi 20 Persen Masih Realistis
Pemerintah menargetkan jumlah penerima bisa menembus 731 ribu orang pada tahun depan, seiring dengan perluasan cakupan ke petani, pedagang, dan kelompok pekerja informal lain.
Untuk mendukung keberlangsungan program, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 36 miliar.
Harapannya, semakin banyak pekerja informal terlindungi dari risiko kerja dan memperoleh jaminan sosial yang layak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
Pilihan
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
Terkini
-
Demo di Kaltim Memanas, Massa Lempar Sayuran Busuk ke Kantor Rudy Mas'ud
-
Remaja 13 Tahun asal Samboja Jadi Korban ke-57 Tewas di Lubang Tambang
-
Daftar 3 Prajurit TNI Gugur, Korban Helikopter Jatuh saat Padamkan Karhutla
-
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Misi Karhutla di Kalteng
-
Massa Kembali Demo di Kantor Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud ke Jakarta