- CEK FAKTA: PBB Disebut Intervensi DPR Indonesia, Benarkah?
- CEK FAKTA: Pendaftaran PPPK Paruh Waktu 2025 Bisa Lewat Tautan Facebook
- CEK FAKTA: Anies Baswedan Resmi Jadi Menko Polkam
SuaraKaltim.id - Sebuah video beredar di platform X (sebelumnya Twitter) dengan klaim “Jokowi minta Nadiem perbesar anggaran pengadaan laptop sebesar Rp 11 triliun”.
Konten itu dibagikan akun Random Thread (@randomable_) pada Jumat, 5 September 2025.
Hingga tangkapan layar dibuat, unggahan tersebut telah ditonton 125,1 ribu kali, mendapat 47 balasan, dibagikan ulang 431 kali, dan disukai oleh 901 pengguna.
Narasi tersebut turut mengaitkan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook atau laptop berbasis ChromeOS.
Melansir dari TurnBackHoax.id, tim pemeriksa fakta melakukan penelusuran dengan kata kunci “Jokowi Nadiem anggaran diperbesar” seperti yang terdengar dalam video.
KBR.id pada Senin, 15 Januari 2024, mengeluarkan artikel berisi perintah Jokowi kepada Nadiem Makarim untuk menambah anggaran riset mulai 2024.
Tidak ada pernyataan soal laptop Rp 11 triliun.
Lalu, Google News dengan kata kunci “Jokowi anggarannya diperbesar dimulai tahun ini”, ditemukan sejumlah artikel dari berbagai media yang menguatkan bahwa maksud Jokowi adalah terkait anggaran riset perguruan tinggi, bukan pengadaan laptop.
Klaim bahwa “Jokowi meminta Nadiem memperbesar anggaran laptop Rp11 triliun” adalah tidak benar.
Baca Juga: CEK FAKTA: KPK Sita Semua Aset Ahmad Sahroni dan Puan Maharani?
Faktanya, konteks pernyataan Jokowi adalah mengenai penambahan anggaran riset perguruan tinggi, bukan pengadaan laptop.
Unggahan tersebut termasuk kategori misleading content atau konten yang menyesatkan, karena memelintir konteks pernyataan asli untuk membangun narasi keliru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dana Ilegal Tidak Mengalir ke Perbankan, Kejati Sebut Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Dikembalikan
-
Pertamax Naik, Dapat Pertalite di Kota Minyak Semakin Sulit
-
Salahgunakan Pemberian KUR, Delapan Ibu-ibu di Samarinda Diamankan Kejaksaan
-
Kini Hindari Wawancara, Gaya Komunikasi Gubernur Rudy Mas'ud Jadi Sorotan
-
Diskominfo Kaltim Soroti Media Lokal Abaikan Kode Etik Demi Viralitas