-
Wagub Kaltim Seno Aji menekankan pentingnya disiplin dan pengawasan di Hunian Pekerja IKN, termasuk larangan merokok di kamar serta kewaspadaan terhadap kompor dan peralatan listrik untuk mencegah kebakaran.
-
Kewenangan penuh pengelolaan hunian berada di tangan Otorita IKN, namun Pemprov Kaltim mendorong agar aspek keselamatan pekerja lebih diperketat.
-
Kebakaran di Tower 14 Hunian Pekerja IKN berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa, dengan sekitar 700 pekerja direlokasi sementara, sementara penyebab insiden masih dalam penyelidikan.
SuaraKaltim.id - Insiden kebakaran yang menimpa Hunian Pekerja Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memperketat aspek keselamatan di kawasan tersebut.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menilai disiplin dan pengawasan harus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurutnya, kebiasaan para pekerja di hunian perlu mendapat perhatian khusus.
Salah satunya adalah larangan merokok di dalam kamar, karena bisa memicu risiko kebakaran.
"Mohon maaf, bagi pekerja IKN kan ada yang punya kebiasaan merokok dalam ruangan. Ini patut dihindari ya," tegasnya, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis, 2 Oktober 2025.
Selain soal rokok, Seno Aji juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi sumber api lainnya.
“Pastikan kompor dalam keadaan mati, peralatan listrik dicabut, dan segala potensi pemicu kebakaran diawasi dengan baik,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa kewenangan penuh terkait hunian pekerja berada di tangan Otorita IKN.
Pihaknya hanya mendorong agar aspek keamanan lebih diperhatikan demi keselamatan para pekerja.
Baca Juga: 140 CCTV Baru Disiapkan, Keamanan PPU dan Kawasan IKN Lebih Ketat
Sebelumnya, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menjelaskan kronologi pemadaman kebakaran yang melanda beberapa kamar di Tower 14 Hunian Pekerja Konstruksi 1.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.00 WITA dengan dukungan belasan unit pemadam.
"Seluruh pekerja di hunian terdampak telah didata secara lengkap. Berdasarkan informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para pekerja juga sedang dalam proses relokasi ke tower hunian lainnya," jelas Troy.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Setidaknya, sekitar 700 pekerja telah direlokasi sementara ke hunian lain untuk memastikan aktivitas tetap berjalan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
BRI KKB National Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Lokasi, Torehkan Rekor MURI
-
Akademisi Unmul Soroti Pengadangan Massa di Bundaran HI: Bisa Jadi Pelarangan Terselubung
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla