-
Sekda Kota Bontang, Aji Erlynawati, akan memasuki masa purna tugas pada November 2025, dan posisi tersebut akan diisi Pelaksana Tugas (Plt) sementara waktu.
-
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan seleksi pengisian jabatan Sekda akan dilakukan secara terbuka dan terpisah dari proses seleksi enam kepala OPD yang tengah berlangsung.
-
Pemkot Bontang saat ini juga membuka seleksi enam jabatan kepala dinas melalui mekanisme Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, dengan pendaftaran dibuka 29 September–13 Oktober 2025.
SuaraKaltim.id - Menjelang akhir masa jabatannya pada November 2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati, dipastikan akan memasuki masa purna tugas.
Pemerintah Kota (Pemkot) pun bersiap menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk sementara sebelum pejabat definitif ditetapkan melalui proses seleksi terbuka.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan bahwa proses pengisian jabatan Sekda akan dilakukan secara terpisah dari seleksi enam kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini masih berlangsung.
“Nanti akan diseleksi tersendiri khusus untuk Sekda,” ujar Neni Moerniaeni kepada awak media, dikutip dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Minggu, 5 Oktober 2025.
Ia menambahkan, tidak ada persyaratan khusus untuk kandidat Sekda, namun yang terpenting adalah memiliki semangat dan komitmen untuk mendukung visi pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Agus Haris.
“Tidak ada syarat khusus. Cuman memang prosesnya harus dicermati. Seperti halnya calon kepala OPD,” tuturnya.
Saat ini, Pemkot Bontang tengah membuka seleksi terbuka enam jabatan kepala dinas, antara lain Kepala Diskop-UKMPP, BPKAD, Bapenda, Disporapar-Ekraf, Diskominfo, dan Dishub.
Seleksi tersebut dilakukan berdasarkan Pengumuman Nomor 15/Pansel-JPTP.Bontang/2025 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.
Ketua Panitia Seleksi, Aji Erlynawati, menyebutkan bahwa pendaftaran berlangsung mulai 29 September hingga 13 Oktober 2025.
Baca Juga: PDIP Bontang Dukung Efisiensi, Usulkan Fokus pada Pangan dan PAD
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Rabu 25 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Samarinda dan Sekitarnya, Selasa 24 Februari 2026
-
Bos Tambang Batu Bara di Kaltim Ditahan, Disebut Rugikan Negara Rp500 Miliar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Selasa 24 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026