-
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa penyidik TNI dalam RUU Keamanan dan Ketahanan Siber hanya berwenang menangani kasus siber yang melibatkan anggota TNI.
-
Ia memastikan mekanisme penyidikan dalam RUU KKS tetap mengikuti hukum yang berlaku dan tidak mengubah sistem penegakan hukum yang sudah ada.
-
RUU KKS bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman siber dan kini masih dalam tahap penyusunan draf sebelum diajukan ke DPR sebagai bagian dari Prolegnas prioritas 2026.
SuaraKaltim.id - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa dalam Rancangan Undang-Undang tentang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS), penyidik dari unsur TNI hanya akan berwenang menangani kasus tindak pidana siber yang dilakukan oleh anggota TNI.
“Kan sudah jelas, kalau tindak pidana yang dilakukan oleh anggota TNI, penyidiknya siapa? (TNI), ya sudah kalau begitu ya,” ujar Supratman di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2025, disadur dari ANTARA.
Ia menekankan bahwa mekanisme penyidikan dalam RUU tersebut tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku dan tidak mengubah sistem yang telah ada.
“Kalau dia tindak pidana umum, penyidiknya siapa? Kalau ada PPNS-nya (penyidik pegawai negeri sipil), penyidiknya siapa? Kalau pelakunya TNI, penyidiknya siapa? Jadi, enggak perlu lagi (dipertanyakan, red.), karena barang itu sudah clear semua,” katanya.
Menurut Supratman, keberadaan RUU KKS justru bertujuan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menangani ancaman dan kejahatan siber, tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan penyidik.
Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini masih dalam tahap penyusunan draf RUU KKS.
“Pemerintah sedang menyusun draf RUU KKS,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 3 Oktober 2025, Supratman menjelaskan bahwa proses penyusunan draf melibatkan panitia lintas kementerian yang terdiri dari Kementerian Hukum, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Setelah penyusunan selesai, draf tersebut akan diserahkan ke DPR RI untuk dibahas lebih lanjut.
Baca Juga: Keamanan Siber Jadi Prioritas Utama dalam Pembangunan IKN
RUU KKS juga telah masuk dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2026, sesuai hasil Rapat Paripurna DPR pada 23 September 2025.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Haunted Garden Hadir di IKN, Ada Dinner Halloween hingga Atraksi Fire Juggling
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng