-
Pemerintah pusat menegaskan komitmen menuntaskan kasus perambahan di kawasan hutan pendidikan Unmul dan menelusuri aktor utama di balik kegiatan ilegal tersebut.
-
Balai Gakkum Kehutanan Kalimantan diminta memperkuat koordinasi dengan Unmul untuk mempercepat penanganan dan pembenahan tata kelola KHDTK agar tidak kembali dirambah.
-
Dirjen Gakkum Kehutanan Dwi Januanto menekankan pentingnya dukungan publik untuk menjaga transparansi dan memperkuat kontrol sosial dalam perlindungan hutan pendidikan sebagai kawasan konservasi dan riset.
SuaraKaltim.id - Pemerintah pusat menegaskan komitmennya menuntaskan kasus perambahan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pendidikan dan Latihan Kehutanan (Diklathut) Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) yang hingga kini belum menemui akhir.
Fokus utama saat ini adalah menelusuri aktor intelektual di balik praktik ilegal tersebut.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyatakan pihaknya telah meminta Balai Gakkum Kehutanan wilayah Kalimantan untuk memperkuat koordinasi dengan pihak kampus dalam penanganan kasus tersebut.
“Saya sudah minta Balai Gakkum Kehutanan Kalimantan intens koordinasi dengan Unmul untuk penanganan perambahan KHDTK Unmul,” ucap Dwi Januanto, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis, 9 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa penegakan hukum dalam kasus ini bukan sekadar upaya penindakan, tetapi juga bagian dari pembenahan tata kelola KHDTK agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Masih berproses mengenai soal itu,” jelasnya, saat ditanya soal dua tersangka yang sebelumnya bebas dalam praperadilan.
Dwi juga menyoroti pentingnya dukungan publik untuk menjaga transparansi dan memberikan tekanan moral bagi keberlanjutan proses hukum.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat akan memperkuat fungsi kontrol sosial terhadap pengelolaan kawasan hutan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang konservasi dan riset, bukan eksploitasi.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Paket Ekonomi 8+4+5 untuk Jaga Daya Tahan Rakyat
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus