-
Ketua Umum PKN Anas Urbaningrum meminta Presiden Prabowo segera mengesahkan Perpres khusus sektor ojek online sebagai bentuk keadilan ekonomi bagi para pengemudi.
-
PKN menilai 90 persen keuntungan seharusnya dikembalikan kepada ojol dan perusahaan aplikator wajib memberikan THR kepada mitra pengemudi.
-
Komunitas ojol menyambut baik langkah PKN, sementara pemerintah memastikan draf Perpres perlindungan bagi pengemudi ojol kini memasuki tahap akhir pembahasan.
SuaraKaltim.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menegaskan keberpihakan partainya terhadap jutaan pengemudi ojek online (ojol) di Indonesia.
Ia meminta Presiden Prabowo Subianto segera mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) yang secara khusus mengatur sektor ojol agar para mitra pengemudi memperoleh keadilan ekonomi.
Dalam peringatan HUT ke-4 PKN di Jakarta, Selasa, Anas menekankan bahwa ojol bukan sekadar penyedia layanan transportasi, melainkan bagian penting dari denyut ekonomi bangsa.
"Kalau harapan itu macet di tengah jalan, bangsa ini pun macet. Karena itu agar bangsa ini tidak macet, pilihan terbaik PKN saat ini adalah bersama ojol,” kata Anas, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, dikutip dari ANTARA, Selasa, 28 Oktober 2025.
Menurutnya, sejak awal PKN berkomitmen memperjuangkan pembagian hasil kerja yang adil antara perusahaan aplikasi dan para pengemudi.
Berdasarkan kajian internal PKN, sekitar 90 persen keuntungan idealnya dikembalikan kepada para ojol.
Ia juga menilai aplikator seharusnya wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi mitra pengemudi.
"Kami harapkan Perpres itu jadi. Kami suarakan agar Presiden Prabowo segera mengesahkannya,” ungkap Anas.
Anas menambahkan, meski PKN masih tergolong partai muda, semangat perjuangan mereka adalah memastikan kebangkitan bangsa dimulai dari rakyat pekerja, termasuk para pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung ekonomi digital.
Baca Juga: Dua Sosok yang Paling Disorot di Kabinet Prabowo: Purbaya dan Teddy
Sikap PKN itu mendapat sambutan positif dari komunitas pengemudi. Perwakilan Komunitas Gotha (Gojek Talib), Irwanto, mengapresiasi kepedulian PKN terhadap nasib ojol yang menurutnya selama ini jarang diperhatikan.
"Sayang sampai saat ini masih wacana dan sepertinya pemerintah tidak serius,” ungkap Irwanto.
Ia berharap PKN dapat terus menjadi partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
Irwanto juga menyinggung menurunnya penghasilan pengemudi akibat persaingan yang semakin ketat.
"Kalau dulu pengemudi ojol masih bisa membawa pulang uang mulai Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu, tetapi saat ini berkurang hanya sekitar Rp 200 ribu saja. Namun kami tetap bersyukur masih bisa bekerja dan mendapatkan rezeki dari setiap kilometer perjalanan kami,” kata dia.
Selain berjuang untuk ekonomi keluarga, komunitas Gotha juga mengelola rumah singgah bagi 33 anak yatim piatu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya