- Kaltim bakal bangun tambat tongkang senilai Rp28 miliar mulai April 2026.
- Pembangunan tambat itu demi menata alur pelayaran di Sungai Mahakam.
- Proyek fisik puluhan miliar tersebut diharapkan bisa selesai enam bulan.
SuaraKaltim.id - Proyek pembangunan fasilitas tambat kapal ponton batu bara di Sungai Mahakam, dimulai sekitar April 2026 demi menata alur pelayaran.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur Ahmad Maslihuddin berharap proyek fisik senilai Rp28 miliar ini bisa selesai enam bulan.
"Fasilitas ini diprioritaskan secara khusus untuk kapal jenis ponton atau tongkang yang sedang menunggu antrean melintasi kolong (pengolongan) jembatan, sehingga armada tersebut tidak lagi memadati jalur utama yang sibuk," ujar Maslih dikutip dari Antara, Selasa (3/2/2026).
Fasilitas infrastruktur perhubungan sungai ini dibangun di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Lais dan Sungai Kunjang, sebagai respons pemerintah atas maraknya kapal yang memarkir armadanya secara ilegal di badan sungai.
Maslihuddin menjelaskan bahwa penyediaan tempat tambat resmi ini krusial untuk menekan keberadaan operator tambat liar yang menyebabkan kapal parkir sembarangan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas Sungai Mahakam.
Keberadaan kapal-kapal yang parkir liar di tengah sungai tersebut dinilai berisiko tinggi karena dapat mempersempit alur pelayaran bagi kapal lain dan secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan di perairan Mahakam.
Pihak Dishub Kaltim berkomitmen segera menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menerbitkan surat edaran resmi guna mewajibkan para nakhoda dan pemilik kapal untuk mengarahkan armada masuk ke lokasi tambat yang telah disediakan pemerintah.
Alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebesar Rp28 miliar tersebut dipastikan mencukupi untuk membiayai konstruksi fisik di kedua titik tambat agar memenuhi standar teknis dan keselamatan pelayaran yang berlaku.
Pengelolaan operasional fasilitas tambat ini bakal diserahkan secara profesional kepada mitra daerah, yakni Perusda Melati Bhakti Satya, guna memastikan manajemen kepelabuhanan yang legal, tertib, dan akuntabel sesuai regulasi.
"Kami berharap dengan fasilitas penambatan ini, kesemrawutan lalu lintas angkutan air di area sekitar Jembatan Mahakam dapat terurai dan keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam semakin terjamin," tegas Maslih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Kaltim Hadapi Tantangan Backlog 591 Ribu KK, Program Rumah Subsidi Digenjot
-
BKSDA Kaltim Lepasliarkan Orang Utan yang Viral Melintas di Jalan
-
Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda
-
PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas
-
Rudy Mas'ud Arahkan Kegiatan ke Hotel BUMD, Dinas Pariwisata Ungkap Alasannya