- Pemprov Kaltim terus menggesa akses internet gratis di 802 desa.
- Program ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp9,2 miliar.
- Akses internet gratis tersebut guna mempercepat transformasi digital.
SuaraKaltim.id - Akses internet gratis terus digesa Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) di sebanyak 802 desa yang berada di provinsi tersebut.
Penyediaan akses internet gratis tersebut guna mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan publik, pendidikan, dan ekonomi masyarakat secara merata hingga ke wilayah pelosok.
"Capaian 802 desa ini menunjukkan progres yang sangat positif. Kami berkomitmen agar tidak ada lagi kesenjangan digital, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).
Dia mengungkapkan bahwa capaian ini sebenarnya telah melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 716 desa. Dari total rencana besar 841 desa, kini tersisa 39 desa yang masih dalam tahap finalisasi.
Faisal menjelaskan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp9,2 miliar. Sepanjang tahun lalu, realisasi anggaran mencapai Rp8,8 miliar atau 95,56 persen.
Meski secara teknis jaringan internet sudah meluas, Faisal mengakui bahwa ketersediaan listrik masih menjadi hambatan utama di lapangan.
Data Diskominfo menunjukkan masih ada 125 desa di Kaltim yang belum teraliri listrik secara permanen (24 jam).
Akibatnya, operasional jaringan internet di wilayah tersebut sangat bergantung pada ketersediaan energi lokal.
"Di beberapa titik, kami tetap memasang jaringan dengan memanfaatkan genset atau energi alternatif. Namun, tantangannya adalah sinkronisasi. Jika genset desa mati, otomatis koneksi internet ikut terhenti," jelasnya.
Menghadapi tahun anggaran 2026, Pemprov Kaltim harus menyusun strategi yang lebih selektif menyusul adanya penyesuaian nilai transfer ke daerah (TKD).
Fokus pengembangan internet gratis tahun ini akan diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Beberapa kabupaten yang menjadi fokus utama di 2026 meliputi, Berau, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Kutai Barat dan Paser.
"Kami harus memetakan wilayah dengan skala prioritas tinggi karena keterbatasan kemampuan fiskal saat ini. Arahan pimpinan sangat jelas: efisiensi anggaran tanpa mengurangi esensi pelayanan masyarakat di pelosok," tutup Faisal. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan
-
Kasus ISPA di Samarinda Melonjak Imbas Kabut Asap Karhutla
-
Orang Utan Kalimantan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla Akhirnya Mati
-
BKSDA Kaltim Evakuasi 11 Orang Utan dari Ancaman Karhutla Samboja