- Dishub Kaltim bakal membangun fasilitas kapal di Sungai Mahakam.
- Total terdapat 16 titik tambat yang akan dibangun pada fase pertama.
- Langkah ini untuk mempercepat penguatan infrastruktur transportasi air.
SuaraKaltim.id - Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan fasilitas tambat kapal berkapasitas besar di sepanjang alur Sungai Mahakam, Samarinda.
Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguatan infrastruktur transportasi air sebagai solusi atas padatnya aktivitas pelayaran serta upaya optimalisasi pendapatan daerah.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Ahmad Maslihuddin menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal ini dirancang secara efisien untuk memaksimalkan daya tampung kapal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
"Pembangunan tahap awal akan difokuskan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais," ujar Maslihuddin dikutip dari Antara, Minggu (18/1/2026),
Dia menyampaikan dalam perencanaan teknis, Dishub Kaltim akan membangun enam unit tiang tambat (dolphin) di kawasan Sungai Kunjang.
Sementara itu, untuk kawasan Sungai Lais, dialokasikan sebanyak 10 unit tiang tambat. Dengan demikian, total terdapat 16 titik tambat yang akan dibangun pada fase pertama.
Menariknya, setiap satu unit dolphin dirancang memiliki kapasitas tinggi yang mampu melayani lebih dari satu kapal secara bersamaan.
"Satu dolphin itu bisa digunakan hingga tiga lapis sandar. Artinya, satu titik tambat dapat mengakomodasi beberapa kapal sekaligus. Ini sangat efektif untuk melayani kapal-kapal yang membutuhkan area sandar sementara di tengah padatnya lalu lintas sungai," jelasnya.
Saat ini, Dishub Kaltim masih melakukan kajian mendalam terkait desain konstruksi. Tujuannya adalah mencari model pembangunan yang lebih ekonomis namun tetap kokoh.
Maslihuddin menyebutkan, jika penyederhanaan desain ini berhasil dilakukan tanpa mengurangi fungsi keamanan, maka jumlah titik tambat berpotensi ditambah.
"Kami masih menghitung secara detail. Jika konstruksi bisa disederhanakan dan anggaran menjadi lebih efisien, bukan tidak mungkin jumlahnya bertambah dari 16 menjadi sekitar 20 titik tambat," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus logistik dan pelayaran di Sungai Mahakam, tetapi juga menjadi sumber baru bagi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor jasa kepelabuhanan.
Dengan infrastruktur yang lebih mumpuni, Pemprov Kaltim optimistis daya saing logistik jalur sungai akan meningkat, seiring dengan posisi strategis Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Alat Sensor Canggih Dipasang di Sekitar Jembatan Mahakam, untuk Apa?
-
Orangutan dan Bayi Kembarnya Diselamatkan dari Hutan di Kutai Timur
-
Dana Murah BRI Makin Kuat, Strategi Jitu Bank Raksasa Raih CASA Tertinggi Berkat Transaksi Digital
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Kamis 5 Maret 2026
-
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini di Blibli (Murah, Tetap Enak Dipakai)