- Investasi yang masuk ke Provinsi Kaltim mencapai Rp70,43 triliun.
- Dari nilai tersebut, diklaim menyerap tenaga kerja 50.706 orang.
- Hal itu berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
SuaraKaltim.id - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Timur (DPMPTSP Kaltim) menyampaikan, investasi masuk ke wilayahnya mencapai Rp70,43 triliun sepanjang Januari-September 2025.
Nilai tersebut diklaim menyerap tenaga kerja 50.706 orang, sehingga aktivitas ekonomi ini membantu mengurangi jumlah pengangguran Kaltim pada Maret 2025 yang tercatat 5,18 persen.
"Sebanyak 50.706 tenaga kerja berasal dari investasi PMDN maupun PMA nonmigas dan non-pertambangan," ujar Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana dikutip dari Antara, Kamis (15/1/2026).
Rinciannya adalah dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan serapan 35.728 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 19 tenaga kerja asing (TKA), kemudian asal Penanaman Modal Asing (PMA) dengan serapan 14.883 TKI dan 76 TKA.
Menurutnya, investasi merupakan hal penting karena dapat berdampak langsung maupun tak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama kabupaten/kota yang menjadi lokasi investasi.
Semakin besar investasi yang masuk, makin besar pula pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan daerah, karena tiap adanya proyek maupun kegiatan usaha baru, maka akan membutuhkan berbagai kebutuhan pokok bagi lingkungan sekitar, termasuk lapangan kerja lokal yang turut terserap.
Fahmi menuturkan, dalam PMDN, lapangan usaha yang masuk antara lain lapangan usaha industri kimia dan farmasi sebanyak 219 proyek dengan nilai investasi Rp8,57 triliun, berhasil merekrut 449 TKI dan 10 TKA.
Kemudian di sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan merupakan lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kera yang mencapai 17.960 orang dengan semuanya adalah TKI, dengan sebanyak 892 proyek, total senilai Rp7,21 triliun.
Selanjutnya lapangan usaha industri makanan sebanyak 400 proyek senilai Rp3,09 triliun dengan serapan 1.812 TKI, lapangan usaha transportasi, gudang dan komunikasi sebanyak 2.588 proyek dengan nilai investasi Rp3,55 triliun, menyarap pekerja sebanyak 2.883 TKI dan 3 TKA.
Sedangkan dalam investasi PMA antara lain lapangan usaha industri kertas dan pencetakan terdapat 5 proyek dengan investasi Rp2,51 triliun, mampu menyerap 951 TKI dan 8 TKA, lapangan usaha industri makanan sebanyak 213 proyek dengan nilai Rp2,18 triliun, menyerap 635 TKI dan 6 TKA.
"Sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebanyak 248 proyek dengan nilai investasi Rp1,76 triliun, menyerap sebanyak 11.348 TKI dan 14 TKA, lantas industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya 58 proyek dengan nilai Rp1,01 triliun, menyerap 248 TKI dan 15 TKA," kata Fahmi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Investasi ke Kaltim Capai Rp70,43 Triliun, Diklaim Serap 50.706 Pekerja
-
4 Mobil Keluarga Bekas dari Daihatsu, Nyaman untuk 7 Penumpang
-
4 Mobil Bekas yang Muat hingga 10 Penumpang, Ruang Kabin Nyaman
-
Kedaulatan Pangan, Kaltim Bakal Bikin Lahan Sawah Baru Seluas 20 Ribu Hektare
-
4 Mobil Bekas yang Muat 8 Penumpang, Nyaman dan Tangguh ke Luar Kota